SEJUMLAH unit bangunan jamban di Desa Padungnyo, Kecamatan Nambo, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah belum benar-benar rampung sebagian lagi terbengkalai. Padahal proyek senilai 1 milyar itu telah lolos pencairan seratus persen.
Anggaran proyek ini diketahui bersumber dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Banggai.
Kepala Desa Padungnyo Halima Ineng, yang dikonfirmasi melalui telepon genggam, optimis proyek pembangunan jamban yang berada di wilayahnya kerjanya itu tetap akan selesai dan diprediksi bisa berjalan dengan baik.
"Sedikit lagi pekerjaan pembangunan jamban akan selesai, saat ini tinggal pinising," kata Halimah.
Perkara cair seratus persen kata Halimah patut dimaklumi, pasalnya keterlambatan diakibatkan adanya sejumlah kendala di lapangan. Di antaranya faktor cuaca, lokasi berbatu sehingga sulit untuk digali, serta para pekerja yang meminta waktu istrahat di bulan Ramadan. Tapi demikian, Halima menambahkan, pihak rekanan akan tetap bertanggungjawab untuk menyelesaikan.
Hal yang sama juga disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Fendi Lodik saat ditemui Banggainesia di ruang kerjanya. Ia memastikan proyek jamban itu tetap akan selesai dalam waktu dekat. "Pekerjaannya tinggal sedikit, paling habis lebaran kita selesaikan," terang Fendi.
Dari pantauan media ini, Rabu per 26 April 2023, belum ada tanda-tanda kelanjutan pekerjaan utamanya pemasangan closet maupun pembuatan septictank disejumlah unit. Namun sebagian unit lainnya telah rampung.
Indikasi mangkraknya sebagaian unit sempat mengundang reaksi warga penerima manfaat sanitasi.
Asnaf, salah satu warga mengaku, bahwa dirinya sudah menerima sebagian material namun sampai saat ini belum dikerjakan. "Saya tidak tahu apa kendalanya. Saya sudah lapor ke pihak dinas tapi sampai saat ini belum juga dikerjakan," tutur Asnaf.
Asnaf juga menyebut selain dirinya masih sekitar 20 Kepala Keluarga yang tercatat sebagai penerima manfaat yang belum dikerjakan bangunan jambannya.
Sementara warga lainnya berharap, agar pekerjaan yang mendek dapat segera dilanjutkan. Mengingat pihak kontraktor sudah dibayarkan seratus persen.
Belum diketahui pasti mekanisme pencairan yang dijalankan ditengah pekerjaan yang belum tuntas.
Berita Terkait
Penemuan Mayat Pria Dalam Kamar Mess di Samalore, Diduga Sakit
Pemdes Lumbe Lakukan Penjaringan Isi Jabatan Perangkat Desa Yang Kosong
Bupati Banggai Pimpin Upacara HAB Ke 77 Kemenag
Pemkab Lembata Susun Ranperda Renkon Kekeringan 2026–2028
Pembayaran Gaji PPPK Menanti Koordinasi Pemda Bersama Kemenkeu
Mubazir 11 Tahun, Kades Todanara Dorong Pemanfaatan Kawasan Wisata Ililolon Beach dan Bopor
Polisi Sita Puluhan Liter Cap Tikus di Toili Barat
Ibu Vero dan Perjuangan Mewujudkan Sekolah Ramah Anak di Meluwiting
Lepas Dokter Anang, Bupati Amirudin Tunjuk Nurdjalal Sebagai Plt Kadis P2kb-p3a
Menghidupkan Kembali Kearifan Lokal Perlindungan Anak: Ikhtiar Plan Indonesia Bersama Tokoh Adat Lembata