Lembata – KETUA Forum Peduli Persebata (FPP), Elias Making, mengungkap, hingga hari ini, Senin,(29/12/2025), dana donasi yang masuk ke rekening Forum Peduli Persebata telah mencapai Rp17.925.000.
Dana tersebut dikumpulkan sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi Tim Persebata Lembata yang saat ini tengah berlaga namun masih dilanda keterbatasan operasional.
Elias menjelaskan, dari total dana yang terkumpul, Rp2 juta telah digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak tim.
Kebutuhan tersebut mencakup pengisian pulsa listrik di empat lokasi penginapan pemain di Surabaya yang sempat padam sehingga air tidak mengalir, serta bantuan biaya transportasi tim untuk turun bertanding.
“Dana yang sudah kami keluarkan Rp2 juta, sehingga sisa saldo saat ini Rp15.925.000,” jelas Elias.
Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada kepastian dari PT Persebata Taan Tou terkait pembiayaan operasional tim Persebata, termasuk gaji pemain, pelatih, dan kebutuhan lainnya.
Selain itu, ketegasan dukungan dari Pemerintah Daerah juga belum diperoleh secara resmi. Oleh karena itu, rekening donasi masih tetap dibuka.
“Selama belum ada kepastian, kami tidak bisa membiarkan tim berjuang sendiri. Donasi tetap kami buka dan kami mengajak siapa saja yang mencintai Lembata untuk ikut berpartisipasi. Sekecil apa pun bantuan sangat berarti bagi tim,” ujarnya.
Selain membuka donasi, Forum Peduli Persebata juga terus membangun komunikasi dengan Pemerintah Daerah melalui Bupati dan Wakil Bupati Lembata, serta Kepala Dinas Disporabud.
Elias menyebutkan, Bupati Lembata menjanjikan penggalangan dana dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan skema Rp100 ribu per ASN, yang jika dikalikan sekitar 5.000 ASN berpotensi menghimpun dana hingga Rp500 juta.
ASN juga dihimbau untuk membeli jersey Persebata seharga Rp175 ribu sebagai bentuk dukungan nyata. Sementara itu, donasi dari desa dan kelurahan akan dikoordinir oleh Dinas PMD, dan partisipasi sekolah-sekolah akan dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan.
Forum Peduli Persebata menegaskan akan terus hadir selama belum ada kepastian pembiayaan dari PT Persebata Taan Tou. Bahkan, forum juga menggandeng musisi-musisi Lembata untuk menggelar aksi penggalangan dana melalui kegiatan ngamen.
“Kami memahami kondisi keuangan daerah sedang tidak baik-baik saja. Karena itu kami juga berharap dukungan dari seluruh masyarakat NTT, sebab Persebata berlaga membawa nama NTT,” tambah Elias.
Terkait penggunaan satu rekening donasi, Elias menjelaskan, forum dibentuk pada 26 Desember malam, sehari sebelum Persebata bertanding pada 27 Desember. Setelah terbentuk, forum langsung membagikan nomor rekening Ketua Askab, Komisaris PT Persebata, dan Bendahara Forum Peduli Persebata, Agustinus D. Making (Gucek).
“Kami ingin donasi masuk melalui satu pintu agar bisa dipertanggungjawabkan. Rekening ini digunakan khusus untuk mengatasi kebutuhan mendadak tim. Semua donasi akan kami catat dan umumkan secara berkala melalui media sosial dan media online,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Elias menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur dan masyarakat yang telah membantu perjuangan Persebata.
“Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan. Ini menjadi pembakar semangat bagi pemain Persebata. Kita berdoa agar mereka terus eksis dan berprestasi di kancah Liga Nusantara,” pungkasnya. (Adabnewsteam).




Berita Terkait
Jelang Natal, Ribuan Penumpang Menumpuk di Pelabuhan Lewoleba
PLN UIP Nusra Berdayakan Perempuan Pesisir Lifuleo Melalui Program Desa Eco-Bahari
7000 Bibit Mangrove untuk Desa Padak Guar: PLN UIP Nusra Teguhkan Komitmen Jaga Lingkungan Ring 1 PLTU Sambelia
Plan Indonesia Gelar Bazar Pendidikan di 79 Desa Dampingan Lembata
Pelatih Persebata Soroti Ketidakadilan Wasit Jelang Laga Hidup Mati Kontra Gresik United
Kiper Utama Absen, Persebata Tetap Optimistis Hadapi Gresik United
Kajari Lembata Soroti Dominasi Kasus Lakalantas dan Persetubuhan Anak Sepanjang 2025
Forum Peduli Persebata Laporkan Pengumpulan Donasi, Total Terkumpul Rp25,9 Juta
Implementasi ESG Berkelanjutan, PLN UIP Nusra Sabet Dua Penghargaan Platinum di Indonesia Green Awards 2026
Karhutla Tak Tertangani, FPRB Lembata Serukan Damkar Jadi OPD