KEBIJAKAN Pemerintah daerah berbasis Merit system kerap kali hanyalah jargon kosong. Meski terdengar ideal namun dalam prakteknya, kepentingan politik kerap kali menjadi basis dalam promosi, mutasi, rotasi maupun perencanaan pengembangan diri ASN.
Kritik tersebut disampaikan salah seorang pensiunan ASN kepada media ini, Kamis (4/12/2025).
Komentar tersebut disampaikan pensiunan ASN itu mengomentari empat komponen seleksi yang rumit dalam program Penyediaan Data Potensi dan Kompetensi ASN, Profiling ASN (ProASN) bagi pejabat dalam Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, Administrator, dan Pengawas.
Untuk diketahui, pekan lalu sebanyak 347 Pejabat Struktural Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lembata resmi mengikuti Program Penyediaan Data Potensi dan Kompetensi ASN.
Seluruh peserta mengikuti serangkaian tes dengan prosedur berbasis komputer yang telah distandarkan oleh BKN, lengkap dengan petunjuk teknis, contoh soal, serta sistem penilaian otomatis.
Tes ProASN sendiri terdiri dari empat komponen utama yang dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang potensi dan kompetensi aparatur: Pertama, Tes Potensi. Mengukur kemampuan kognitif, analitis, logika, pemecahan masalah, serta indikator dasar kecerdasan emosional dan kemampuan belajar cepat.
Kedua, Tes Kompetensi. Mengacu pada PermenPAN RB Nomor 38 Tahun 2017, meliputi Kompetensi manajerial: integritas, komunikasi, orientasi hasil, pengambilan keputusan, kepemimpinan, pelayanan publik.
Kompetensi sosio-kultural: kepekaan terhadap keragaman, toleransi, serta peran sebagai perekat bangsa.
Ketiga, Tes Literasi Digital. Menilai kemampuan ASN dalam menghadapi tuntutan transformasi digital, mencakup: Digital skills, Digital culture, Digital ethics, Digital safety.
Keempat, Tes Preferensi Karier (Tripatha Karir). Mengidentifikasi minat, motivasi, kecenderungan peran, serta preferensi penempatan yang paling sesuai untuk pengembangan karier ASN.
Dalam kesempatan itu, Sekda Kabupaten Lembata, Paskalis Ola Tapobali menegaskan, ASN yang bekerja benar, sesuai kompetensi, dan menunjukkan hasil nyata akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) untuk promosi jabatan. (adabnewsteam).
Berita Terkait
Bupati Lembata Gaspol Sentra Ternak Bukit Hog, Siapkan Pasar Ekspor Babi ke Timor Leste
Kapolres Lembata: Media Perlu Dibekali Pengetahuan SOP Penanganan Kasus Hukum
Di Balik Angka Kekerasan Anak dan Perempuan di Lembata Yang Terus Bertambah
Workshop Diseminasi Hasil Survei Kekerasan dan Bullying di Satuan Pendidikan di Lembata
Pembayaran Gaji PPPK Menanti Koordinasi Pemda Bersama Kemenkeu
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat–Sangat Lebat, Lembata Masuk Status Siaga
Rampingkan Postur Birokrasi, Pemda Lembata Tekan Belanja Pegawai
Hadiri Talk Show HPN 2026: Bupati Akui Kritik Media Membantunya Membenahi Berbagai Persoalan Daerah
Gerindra Rayakan HUT dengan Jalan Santai dan Aksi Pungut Sampah
Krisis Kapasitas Layanan: Pemkab Lembata Dorong Pembenahan Menyeluruh Sistem Perlindungan Perempuan dan Anak