DINAS Pendidikan Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui pemanfaatan teknologi pembelajaran Mendalan IM Service 2 dalam pelatihan resmi yang digelar tahun 2025.
Hal tersebut disampaikan dalam sambutan Kepala Dinas Pendidikan, Wenseslaus Ose Pukan yang menekankan pentingnya inovasi, kompetensi guru, dan pemerataan akses pendidikan hingga ke wilayah terpencil.
Wenseslaus menyatakan, kondisi pendidikan Lembata saat ini sedang berupaya meningkatkan akses dan kualitas, terutama di daerah yang sulit dijangkau.
Teknologi Mendalan IM Service disebut menjadi kunci untuk menjembatani kesenjangan pembelajaran antara wilayah kota dan pedalaman.
Teknologi untuk Pemerataan Pendidikan
Pelatihan IM Service 2 tidak hanya memfasilitasi kemampuan penggunaan teknologi, tetapi juga membekali peserta dengan metode pembelajaran yang efektif, penilaian berbasis kompetensi, hingga cara memantau implementasi pembelajaran di kelas.
Teknologi ini juga menghadirkan solusi untuk kendala jaringan di wilayah tertentu, termasuk materi yang dapat diunduh dan penggunaan perangkat hemat daya.
Pengaruh pada Prestasi Peserta Didik
Kepala Dinas menekankan bahwa pembelajaran yang lebih interaktif akan berdampak langsung pada peningkatan prestasi peserta didik, terutama dalam kemampuan abad ke-21 seperti komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan kreativitas. Program ini juga mendorong guru untuk mengintegrasikan budaya dan potensi lokal Lembata dalam materi ajar, mulai dari tarian Cakalele, sejarah Lamaholot, hingga potensi pertanian dan perikanan.
Dukungan Orang Tua dan Pelaporan Berkala
Sekolah diharapkan aktif mendokumentasikan dan melaporkan implementasi teknologi ini setiap tiga bulan kepada Dinas Pendidikan, guna melakukan evaluasi dan pengembangan program berkelanjutan. Kepala sekolah dan guru juga diminta melibatkan orang tua dalam mendukung penggunaan teknologi pembelajaran di rumah.
Akses Setara bagi Anak Berkebutuhan Khusus
Mendalan IM Service 2 memiliki fitur yang dapat disesuaikan untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Dinas Pendidikan berharap fitur ini dipelajari dan diterapkan sehingga seluruh peserta didik mendapatkan akses pembelajaran yang setara.
Kerja Sama dan Penghargaan Sekolah Terbaik
Dinas Pendidikan juga membuka peluang kerja sama dengan LSM, swasta, dan tokoh masyarakat untuk mendukung perangkat pembelajaran dan program pelatihan tambahan. Sekolah dan guru yang menunjukkan penerapan terbaik Mendalan IM Service 2 pada akhir tahun ajaran 2025/2026 akan diberikan penghargaan berupa piagam dan perangkat pendukung.
Ajakan Kepala Dinas
Di akhir sambutan, Kepala Dinas mengajak semua peserta pelatihan mengikuti kegiatan dengan serius, aktif bertukar pikiran, dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah masing-masing. Ia berharap pelatihan ini berjalan lancar, bermanfaat, dan membawa dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Lembata. (adabnewsteam).




Berita Terkait
Tarif Angkutan Ekspedisi Disepakati, Operasional Penyeberangan di Lembata Kembali Normal
Setetes Harapan untuk Nubahaeraka: PLN Hadirkan Akses Air Bersih di Momen HLN ke-80
Hadiri Talk Show HPN 2026: Bupati Akui Kritik Media Membantunya Membenahi Berbagai Persoalan Daerah
Pemilik Pohon Cendana Layangkan Somasi, PLN Dituntut Ganti Rugi 120 Juta
Dana Non-Earmark Belum Cair, Penyerapan Anggaran di 83 Desa di Lembata Terhambat
Kebijakan Penataan Dinilai Memberatkan UMKM, PLT Camat Nubatukan Tegaskan Tetap Jalan
Guru di Tengah Gelombang Perubahan—Refleksi dari Puncak Hari Guru Nasional 2025 di Lembata
Kebijakan Berbasis Sistem Merit Berdasar Profiling ASN Kerap Jadi Jargon Kosong
Di Balik Angka Kekerasan Anak dan Perempuan di Lembata Yang Terus Bertambah
Dinilai Berhasil Tekan Angka Stunting, Bupati Lembata Terima Penghargaan Dari Kemenkes RI