Lewoleba, 23 Januari 2026 - PEMERINTAH Kabupaten Lembata menegaskan bahwa kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi dalam dua hari terakhir di wilayah Kabupaten Lembata bersifat insidentil dan disebabkan oleh kendala cuaca serta gangguan transportasi laut, bukan karena terhentinya pasokan BBM dari Pertamina.
Hal tersebut disampaikan berdasarkan informasi resmi dari Fuel Terminal Manager (Kepala Terminal BBM) Pertamina Patra Niaga Maumere, Kabupaten Sikka Bapak Zakiudin yang menjelaskan bahwa pada tanggal 21 dan 22 Januari 2026, BBM untuk Kabupaten Lembata tetap dikirim, namun dengan kuota harian yang tidak optimal.
Pengiriman dilakukan menggunakan kapal pengganti berukuran lebih kecil (ZKP2) sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 10 kilo liter (KL) dari kuota normal.
Selain itu, kondisi kelangkaan BBM juga dipengaruhi oleh kebijakan pihak SPBU yang menahan sementara penjualan sebagai langkah antisipatif untuk menjaga cadangan BBM, mengingat adanya potensi keterlambatan kapal pengangkut akibat cuaca buruk.
Lebih lanjut dijelaskan, kapal pengangkut BBM Trans Florety sempat tertahan di Pelabuhan Larantuka dan tidak diizinkan berlayar karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.
Kapal tersebut baru dapat diberangkatkan pada Jumat pagi sekitar pukul 08.00 WITA dan diperkirakan bersandar di Pelabuhan Lewoleba sekitar pukul 14.00 WITA pada hari yang sama.
Pemerintah Kabupaten Lembata juga menerima laporan dari SPBU Ile Ape, bahwa BBM yang diangkut pada 21 Januari 2026 untuk wilayah Tanah Merah terdiri dari Pertalite 5 KL dan Biosolar 5 KL. Namun, karena keterlambatan kedatangan, BBM tersebut baru dapat dipasarkan pada hari ini.
Sementara itu, pengiriman dari Larantuka pada 22 Januari 2026 yang meliputi Pertamax 5 KL dan Pertadex 5 KL, hingga saat ini masih dalam perjalanan akibat kendala cuaca laut.
Pemerintah Kabupaten Lembata memastikan bahwa pasokan BBM akan kembali normal seiring dengan tibanya kapal pengangkut dan distribusi BBM ke seluruh SPBU di wilayah Lembata.
Pemerintah mengimbau masyarakat agar tetap tenang, serta mempercayakan penanganan situasi ini kepada pemerintah daerah bersama Pertamina dan pihak terkait.
Pemerintah Kabupaten Lembata terus melakukan koordinasi intensif guna memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Pemerintah Kabupaten Lembata berkomitmen menjaga stabilitas distribusi energi demi kelancaran aktivitas ekonomi dan pelayanan publik di daerah.(ProkompimPemKabLembata )




Berita Terkait
Spekulan BBM di Lewoleba Mulai Beraksi, Pertalite Dijual hingga Rp35 Ribu per Setengah Botol
Investor Mulai Lirik Jober, Sektor Perikanan dan Tambak Garam di Lembata
Status Siaga, Frekuensi Letusan Ili Lewotolok Cenderung Menurun namun Pagi Ini Meletus Lagi
Pelantikan Pengurus Jaringan Muro Kabupaten Lembata, Kolaborasi Konservasi Laut Berbasis Adat dengan Peran Sentral Kaum Muda
Yustina Hekur: Dari Stigma ke Harapan — Perjuangan Ketua Kelompok Dukungan Sebaya Melawan HIV dan Diskriminasi
Gempa 5,2 SR Terasa di 3 Kecamatan di Lembata
Bantuan Mesin Jahit Diduga Tak Tepat Sasaran, Peserta Pelatihan Kecewa
Cuaca Ekstrem Landa Lembata, Sejumlah Fasilitas Umum dan Rumah Warga Rusak, Wabup Turun Lapangan
Kaban BPKPSDM Lembata Benarkan Empat ASN di Lembata Dipecat, Tujuh Lainnya Menunggu Putusan
Dua Kakatua Jambul Kuning Dikembalikan ke Habitatnya di Atakowa-Lembata