ADABNEWSLEMBATA — Impian untuk memiliki sarana pembinaan olahraga tinju yang memadai di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, akhirnya terjawab. Lembata kini memiliki sasana tinju Lembata Boxing Camp, yang diharapkan menjadi wadah pembinaan sekaligus tempat generasi muda mengasah bakat dan membangun karakter.
Peresmian Lembata Boxing Camp ditandai dengan penekanan sirene, Sabtu (12/9/2026). Peresmian tersebut dihadiri Wakil Bupati Lembata Muhamad Nasir, S.Sos., Ketua KONI Lembata Jimmy Sunur, Wakil Ketua DPRD Lembata Ciku Namang, pengelola sasana, para atlet, serta sejumlah tokoh dan pemerhati olahraga.
Sasana tersebut lahir dari kepedulian sejumlah pihak terhadap perkembangan olahraga tinju di Lembata. Surya Disasmita dan Sulaiman Hamzah disebut sebagai donatur yang memberikan dukungan, sementara Wilem Lojor berperan sebagai promotor yang telah terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan tinju hingga 21 kali.
Ketua KONI Lembata Jimmy Sunur mengakui, penyelenggaraan pertandingan tinju membutuhkan biaya besar. Karena itu, ia mengajak berbagai pihak untuk terus memberikan dukungan terhadap keberadaan Lembata Boxing Camp.
Menurutnya, olahraga tinju memang identik dengan olahraga keras. Namun, di balik pertarungan fisik tersebut terdapat filosofi penting tentang keberanian, perjuangan, serta kemampuan untuk bangkit setelah jatuh.
“Tinju mengajarkan keberanian. Jatuh dan bangkit lagi. Itu filosofi yang sangat penting bagi kehidupan,” ujarnya.
Jimmy juga mengakui kontribusi KONI terhadap perkembangan sasana tinju masih terbatas. Namun, ia menyebut kehadiran pemerintah daerah melalui Wakil Bupati Lembata menjadi angin segar karena terdapat ruang anggaran yang dapat diarahkan untuk mendukung pembenahan dan pengembangan fasilitas olahraga tersebut.
Ia berharap Lembata kembali melahirkan petinju-petinju besar seperti legenda tinju asal NTT, Elias Pical Namang, jr dan Tope, yang pernah mengharumkan nama daerah.
“Harapan kita, muncul lagi atlet-atlet seperti Tope dan Elias Pical dari Lembata,” katanya.
Jimmy juga menargetkan pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2027 nanti terdapat atlet asal Lembata yang mampu mewakili daerah tersebut.
Selain pembinaan atlet, ia berharap Lembata Boxing Camp dapat dikembangkan menjadi ruang pertumbuhan ekonomi kreatif.
Pertandingan tinju, termasuk partai eksibisi, diharapkan mampu mendatangkan masyarakat sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi warga di sekitar lokasi.
“Kita berharap ada partai eksibisi. Semoga tinju juga menghasilkan ekonomi kreatif, sehingga masyarakat di tempat ini mendapat dampak positif,” ujarnya.
Sementara itu, Manajer Lembata Boxing Camp, Ignas Ile, menyampaikan terima kasih kepada para donatur dan seluruh pihak yang telah membantu mewujudkan sasana tersebut.
Menurutnya, Lembata Boxing Camp bukan sekadar tempat berlatih dan bertanding. Sasana ini merupakan ruang bagi anak-anak muda untuk mengembangkan diri dan mempersiapkan masa depan.
Ia menilai keberadaan sasana memberikan sisi positif karena anak-anak muda memiliki ruang untuk menyalurkan energi, membangun disiplin, serta mengasah kemampuan.
“Kami berterima kasih kepada para donatur. Sasana ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengasah masa depan mereka,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Lembata Ciku Namang mengatakan kehadiran Lembata Boxing Camp merupakan momentum penting bagi perkembangan olahraga sekaligus pembinaan generasi muda.
Menurut Ciku, dunia tinju tidak semata-mata berbicara mengenai pertandingan dan pertarungan. Ada proses pendidikan, disiplin, keberanian dan pembentukan mental di dalamnya.
Ia menyinggung perjalanan Wilem Lojor yang disebutnya telah merintis dunia tinju dari Hadok, Waiwejak. Menurutnya, latar belakang Wilem sebagai seorang guru turut membentuk kepeduliannya terhadap pembinaan generasi muda.
“Urusan tinju itu urusan hidup. Hari ini kita belajar banyak. Tinju bukan hanya urusan bertarung,” kata Ciku.
Ia berharap dukungan terhadap dunia tinju dapat diperkuat melalui kebijakan anggaran pemerintah daerah.
Ciku mengatakan pembahasan APBD 2027 yang dijadwalkan mulai Oktober harus menjadi momentum untuk memberikan perhatian terhadap dunia olahraga, termasuk tinju dan pembinaan anak-anak muda Lembata.
“Harus ada uang sedikit untuk mendukung dunia olahraga tinju dan anak-anak muda kita,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Lembata Muhamad Nasir, S.Sos., menegaskan bahwa olahraga merupakan bagian dari pembangunan sumber daya manusia.
Menurutnya, tinju memiliki keunikan tersendiri karena menuntut kemampuan mengoordinasikan tangan dan kaki secara bersamaan. Namun lebih dari kemampuan fisik, olahraga tersebut juga membentuk karakter.
Ia menyebut sasana kecil seperti Lembata Boxing Camp dapat menjadi sebuah “laboratorium” pendidikan karakter bagi generasi muda.
“Tinju merupakan bagian dari pembangunan sumber daya manusia itu sendiri. Tempat kecil ini sesungguhnya menjadi laboratorium pendidikan karakter,” katanya.
Menurut Nasir, pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan infrastruktur, tetapi juga manusia yang memiliki karakter kuat. Karena itu, pembinaan olahraga harus ditempatkan sebagai bagian dari investasi sumber daya manusia.“Pembangunan membutuhkan karakter,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus membangun komunikasi lintas lini untuk mendukung pengembangan olahraga di Lembata, meskipun masih menghadapi berbagai keterbatasan.
Peresmian Lembata Boxing Camp menjadi penanda baru bagi perjalanan olahraga tinju di Kabupaten Lembata.
Dari sebuah sasana, tersimpan harapan besar untuk melahirkan petinju-petinju baru yang tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga mampu membawa nama Lembata ke panggung nasional.
Di akhir kegiatan, apresiasi dan aplaus diberikan kepada Wilem Lojor serta manajemen Lembata Boxing Camp atas perjuangan membangun wadah pembinaan tinju di Lembata.
Kini, tantangannya adalah bagaimana menjaga sasana tersebut tetap hidup, menghadirkan lebih banyak pertandingan, memperkuat pembinaan atlet, dan memastikan anak-anak muda Lembata memiliki ruang untuk tumbuh melalui olahraga. (Tim).
Berita Terkait
HUT ke-75 IBI di Harnus, Para Bidan Kenakan Kostum Hitam dan Sampaikan Seruan kepada Pemerintah
Fiskal Daerah Terbatas, Pemkab Lembata Cari Terobosan Maksimalkan Potensi Ekonomi
Uji Coba Sandar Kapal Feri dengan Ramp Door di Pelabuhan Lewoleba Gagal
Satu Lagi Langkah Maju, Barakat Dorong Ekonomi Biru Di Kawasan Muro Lembata
SMKS Sanctus Lewoleba Tamatkan 58 Siswa, Tekankan Disiplin dan Siap Bersaing di Industri Pariwisata Global
HUT ke-18 Gerindra Lembata Diwarnai Gerakan Lingkungan, Program Sosial, dan Penguatan Konsolidasi Politik
OMK dan Sekami Paroki St. Maria Baneux Ramaikan Acara Temu Pisah Pastor Paroki Baneux
Hentikan Stigma, Selamatkan Nyawa: Edukasi HIV Jadi Kunci Perubahan
Rongsokan Jetty Rusak Pemandangan di Areal Pelabuhan Lewoleba