Lewoleba – CAMAT Nubatukan, Mikael Magi Kia, menegaskan pentingnya peran organisasi pemuda keagamaan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan materi kepada para peserta dari berbagai organisasi kepemudaan lintas agama di Lewoleba dalam kegiatan bertajuk "cofee morning bersama pemuda lintas agama" di Harnus, kota Lewoleba, Rabu (29/4/2026).
Tampil pula sebagai Narasumber, Kapolsek Nubatukan dengan Materi Penyakit Sosial berdampak terhadap gangguan Keamanan dan tindak Pidana,
Danramil Lewoleba membawakan Materi Penyakit sosial berdampak terhadap gangguan teritorial kewilayahan.
Direktur RS. Bukit, dr.Caroline, membawakan Materi Penyakit Sosial bisa di tangani secara medis dan Konseling.
Dalam pemaparannya, Camat Nubatukan, Mikael Kia Magi menjelaskan, organisasi pemuda keagamaan memiliki posisi sentral sebagai agen sosial, agen perubahan, sekaligus jembatan antara nilai-nilai moral dan spiritual dengan dinamika kehidupan generasi muda saat ini.
Menurutnya, organisasi pemuda keagamaan memiliki beberapa peran penting. Pertama, sebagai pembentuk karakter dan moral generasi muda melalui pendekatan spiritual, sekaligus membentengi kaum muda dari perilaku negatif seperti narkoba dan pergaulan bebas.
Kedua, sebagai wadah kaderisasi pemimpin masa depan melalui pelatihan kepemimpinan, manajemen organisasi, dan penguatan kerja sama tim.
Ketiga, sebagai penggerak aksi sosial dengan menyebarkan pesan perdamaian dan kebaikan melalui kegiatan keagamaan yang kreatif dan moderat, serta terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sosial seperti kebersihan lingkungan, kepedulian terhadap kesehatan, pendidikan, penanggulangan bencana, santunan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Selain itu, organisasi pemuda keagamaan juga dinilai berperan sebagai pelopor moderasi dan kerukunan antarumat beragama.
Mereka diharapkan menjadi garda terdepan dalam merawat toleransi serta mencegah radikalisme dan ekstremisme di kalangan remaja melalui penanaman nilai-nilai agama yang inklusif.
“Pemuda harus menjadi kekuatan pemersatu, bukan pemecah. Dari tangan pemuda, masa depan daerah ini bisa dibangun dengan semangat persaudaraan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta yang terdiri dari pengurus Orang Muda Katolik (OMK) dari enam gereja di Lewoleba, pengurus remaja masjid dari enam masjid di Lewoleba, serta pengurus pemuda Gereja Protestan Solafide dan Gereja Betel.
Melalui kegiatan itu, diharapkan tercipta sinergi antarorganisasi pemuda lintas agama dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, damai, dan produktif di Kabupaten Lembata. (adabnewsteam).
Berita Terkait
UMKM Berpamer, Persebata Berjuang: Semarak HUT ke-67 NTT di Pantai Wulon Luo
Plan Indonesia Dorong Kaum Muda Lembata Kembangkan Budidaya Semangka untuk Perkuat Ekonomi Desa
Laptop Uzur dan Meja Kerangka Salon Songsong HPN 2026
Ajang PLN Journalist Awards 2025 Dibuka, Apresiasi untuk Pewarta Penggerak Literasi Energi Nasional
Diseminasi Hasil Survei HIV/AIDS di Lembata Tegaskan Pentingnya Penguatan Edukasi Pencegahan Sejak Dini
PADMA Indonesia Desak Pemkab dan DPRD Ngada Dukung Autopsi Forensik Korban YBR
KPOTI NTT Siap Tampilkan Permainan Tradisional dari Timor Dan Lembata DI Munas II KPOTI 2025
FKUB Lembata Siap Rayakan Hari Toleransi Internasional Gandeng Paguyuban Nusantara dan Pemuda Lintas Agama
Festival Muro di Pantai Pedang, Tokoh Masyarakat Dorong Disiplin Jaga Pesisir Lewoleba
Bimtek Kepenulisan Berbasis Budaya Resmi Dibuka, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Dorong Penguatan Kearifan Lokal