Lembata – Ketua BUMDes Desa Lamadale, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Frengki Ole Pue, mengaku pihaknya mengalami kerugian sebesar Rp22,8 juta setelah pengurusan dokumen kendaraan mobil L300 milik BUMDes diduga tidak kunjung selesai sejak tahun 2023.
Menurut Frengki, pada tahun 2023 pihaknya membeli satu unit mobil L300 untuk kebutuhan usaha BUMDes. Saat berkonsultasi di Samsat, ia mengaku bertemu seorang oknum polisi bernama Rafael yang menawarkan bantuan pengurusan surat-surat kendaraan.
“Waktu itu kami tanya biaya pengurusan berapa, lalu diberikan nota senilai Rp22 juta 800 ribu,” ujar Frengki.
Setelah uang diserahkan, Frengki mengaku diminta menunggu proses penerbitan STNK, BPKB, dan nomor polisi.
Namun hingga lima bulan berlalu, dokumen kendaraan tak kunjung selesai.
Saat menanyakan kembali ke Samsat, ia diarahkan menemui Rafael yang saat itu disebut bertugas di wilayah Lamahora.
Namun, setiap kali ditemui, Rafael disebut terus berjanji bahwa dokumen akan selesai “minggu depan”.
“Sudah berkali-kali kami datang, siang maupun malam, tetapi selalu diputar-putar,” katanya.
Frengki mengatakan dirinya bersama kepala desa sempat mencari keberadaan Rafael di Polres dan beberapa unit kerja lainnya pada November hingga Desember 2023, tetapi hasilnya nihil.
Persoalan tersebut kemudian dilaporkan ke Paminal dan Propam. Rafael disebut sempat dipanggil dan berjanji akan menyelesaikan masalah itu, namun hingga kini tidak ada realisasi.
Karena kendaraan sangat dibutuhkan, pihak BUMDes akhirnya kembali mencari dana tambahan dan menemui Kasatlantas.
Pada Juli 2024, mereka menyetor lagi sekitar Rp22,5 juta untuk pengurusan ulang. Setelah itu, STNK dan plat kendaraan disebut langsung selesai.
“Artinya kami bayar dua kali. Kami berharap uang pertama harus dikembalikan karena itu uang BUMDes Lamadale,” tegas Frengki.
Ia menambahkan, laporan polisi telah dibuat dan pengaduan juga sudah disampaikan kepada Kapolres. Menurutnya, Kapolres saat itu mengaku terkejut dan meminta pertemuan lanjutan.
Hingga kini, keberadaan Rafael disebut tidak diketahui dan nomor teleponnya sudah tidak aktif.
Pihak BUMDes berharap ada penyelesaian dan pengembalian dana yang diduga hilang tersebut. (adabnewsteam).
Berita Terkait
Dibalik Nyala Obor Toleransi NKRI Yang Disulut Bupati Kanis Tuaq
Kebijakan Penataan Dinilai Memberatkan UMKM, PLT Camat Nubatukan Tegaskan Tetap Jalan
Workshop Diseminasi Hasil Survei Kekerasan dan Bullying di Satuan Pendidikan di Lembata
TARIAN ADAT ORANG LEWUHALA DIAMBANG DEGRADASI NILAI?
Kebijakan Berbasis Sistem Merit Berdasar Profiling ASN Kerap Jadi Jargon Kosong
Open House Natal 2025 di Rujab Bupati Lembata Diawali Misa Kudus oleh Delapan Imam Konselebran
Ketua DPRD Nilai Dampak Negatif Efisiensi Berlanjut, Infrastruktur Publik Jatuh ke Titik Nadir
PLAN Atasi Kesulitan Air lebih dari Dua Dekade di Lamau
Somasi Penebangan Pohon Cendana Milik Warga Masuki Tahapan Krusial
SMPN 1 Nubatukan Bagi Rapor Semester Ganjil Bagi 689 Siswa