Di sudut pelataran Perpustakaan Daerah Kabupaten Lembata, deretan buku tersusun rapi di sebuah stan sederhana.
Sampul-sampul berwarna itu tampak mencolok di tengah hiruk-pikuk Festival Literasi Kabupaten Lembata 2026.
Anak-anak berseragam sekolah, guru, hingga orang tua silih berganti mampir, membuka halaman demi halaman, lalu tersenyum kecil seperti menemukan kembali sesuatu yang lama dirindukan.
Di sanalah Toko Buku Nusa Indah Cabang Lembata menghadirkan beragam judul buku berkualitas dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.
Buku-buku yang dipajang bukan sekadar bacaan biasa. Ada karya-karya yang menyimpan jejak sejarah, budaya dan pergulatan masyarakat Flores dan Nusa Tenggara Timur.
Salah satunya buku legendaris Atakiwan karya Ernst Vatter yang menjadi buruan pengunjung. Di rak yang sama, terpajang novel Jerat karya sastrawan nasional asal Flores, Gerson Poyk, yang dijual seharga Rp60 ribu.
Tak jauh dari sana, terdapat kumpulan cerita rakyat Ngadha karya Yosef Rawi yang menghidupkan kembali kisah-kisah lama dari tanah Flores.
Ada pula buku Lembata Negeri Kecil Salah Urus karya Steph Tupeng Witin yang memantik diskusi tentang kondisi sosial daerah.
Buku-buku lokal lain juga menarik perhatian pengunjung.
Ole-Ole Hari Bae Nagi dan Catatan Perjalanan Jurnalistik di Balik Semana Santa Flores Timur karya Wentho Eliando menghadirkan kisah perjalanan, budaya dan kehidupan masyarakat Flores Timur dari sudut pandang jurnalistik yang hangat dan dekat dengan pembaca.
Sementara itu, buku Bung Karno di Ende karya Yohanes Y.W. Kean membawa pembaca menyelami jejak pengasingan Presiden pertama RI di Ende yang kemudian melahirkan gagasan besar tentang Indonesia.
Di balik tumpukan buku itu, seorang perempuan yang akrab disapa Cici tampak sibuk melayani pembeli. Ia datang mewakili Penerbit Nusa Indah untuk mengikuti pameran dan penjualan buku selama Festival Literasi berlangsung hingga hari terakhir kegiatan.
“Kami berusaha melengkapi koleksi, termasuk buku-buku dari penerbit lain dalam pameran yang kami ikuti pada Festival Literasi 2026 ini,” ujarnya.
Bagi Cici, kehadiran stan buku di festival bukan semata urusan jual beli. Ada harapan agar masyarakat Lembata semakin dekat dengan buku dan menjadikan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Di tengah tantangan rendahnya minat baca, kehadiran buku-buku lokal menjadi penting karena mampu menghadirkan cerita yang dekat dengan identitas masyarakat sendiri.
Pengunjung tidak hanya membaca, tetapi juga menemukan dirinya di dalam halaman-halaman itu — tentang kampung, laut, tradisi, sejarah hingga persoalan sosial yang mereka alami sehari-hari.
Selama festival berlangsung, stan Toko Buku Nusa Indah nyaris tak pernah sepi. Anak-anak sekolah tampak antusias membuka buku cerita rakyat, sementara guru dan siswa mencari buku sejarah maupun sastra lokal.
Festival Literasi Lembata tahun ini seolah membuktikan bahwa buku masih memiliki tempat di hati masyarakat. Di tengah gempuran layar telepon genggam dan media sosial, halaman-halaman buku tetap mampu menghadirkan keheningan, perenungan dan pengetahuan yang tak tergantikan.
Dan di pelataran perpustakaan itu, di antara suara marching band dan riuh parade literasi, Toko Buku Nusa Indah seperti sedang menjaga satu hal penting: agar budaya membaca tetap hidup di tanah Lembata. (adabnewsteam).
Berita Terkait
Pemda Lembata Keluarkan Himbauan Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat–Sangat Lebat, Lembata Masuk Status Siaga
Pemda Lembata Pacu Percepatan Kinerja OPD Awal 2026, Realisasi PAD 2025 Capai 88,49 Persen
Ayo Tanam Buah, SPPG Lewoleba Tengah dibawa Yayasan Bintang Olimpic Indonesia Mulai beroperasi
Pemkab Lembata Minta ASDP Segera Perbaiki Dermaga Waijarang Pascabenturan KMP Inerie II
Rampingkan Postur Birokrasi, Pemda Lembata Tekan Belanja Pegawai
Di Balik Angka Kekerasan Anak dan Perempuan di Lembata Yang Terus Bertambah
Berburu Sinyal Di Pelosok Atadei Demi TKA
Somasi Penebangan Pohon Cendana Milik Warga Masuki Tahapan Krusial
Banjir dan Angin Kencang Di Ile Ape Rusak Jalan dan Ruang Kelas, BPBD Lembata Lakukan Kaji Cepat