LEWOLEBA – PEMERINTAH Daerah (Pemda) Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, memulai tahun anggaran 2026 dengan memacu percepatan kinerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Setelah menunjukkan sejumlah pencapaian selama 10 bulan tahun anggaran 2025, Pemda Lembata kini menargetkan ritme kerja yang lebih cepat, terukur dan bertanggung jawab.
Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, pada Selasa (6/1/2026) secara tegas menginstruksikan percepatan kinerja OPD sejak awal Januari 2026. Menurut Bupati, bulan Januari harus menjadi titik awal perubahan pola kerja dari kebiasaan lama yang lamban menuju budaya kerja yang lebih dinamis dan profesional.
“Januari ini kita harus sudah mulai berlari. Tinggalkan gaya kerja lama yang memperlambat kinerja,” tegas Bupati dalam arahannya.
Rapat koordinasi percepatan kinerja tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata, Paskalis Ola Tapo Bali, A.P., M.T. Kegiatan ini menjadi forum awal penyelarasan langkah sekaligus penguatan komitmen seluruh OPD dalam melaksanakan program dan kegiatan tahun anggaran 2026.
Dalam rapat menutup tahun anggaran 2025 beberapa waktu lalu, Pemda juga memaparkan capaian kinerja keuangan daerah sepanjang tahun anggaran 2025. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) melaporkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lembata per 19 Desember 2025 sebesar Rp34.650.542.605, atau 88,49 persen dari target perubahan APBD sebesar Rp39.155.377.488. Meski belum mencapai 100 persen, capaian ini mendapat apresiasi karena menunjukkan tren peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Lembata, Yohanes Berchamans Daniel Dai, S.IP, dalam pemaparannya menyebutkan bahwa capaian PAD tersebut tergolong menggembirakan. Ia menilai tren positif ini tidak terlepas dari evaluasi rutin yang dilakukan setiap bulan terhadap kinerja pengelolaan pendapatan daerah.
Pada kesempatan itu, Kepala Bapenda merinci realisasi PAD hingga 19 Desember 2025, yakni:
Pajak Daerah terealisasi sebesar Rp20.789.532.898 atau 87,52 persen dari target perubahan APBD.
Retribusi Daerah terealisasi sebesar Rp10.377.025.270 atau 89,37 persen dari target.
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan terealisasi 100 persen, sebesar Rp3.896.492.897.
Lain-lain PAD yang Sah terealisasi sebesar Rp2.211.471.638 atau 96,30 persen dari target Rp2.296.401.967.
Dalam rapat tersebut juga diungkap dari sembilan kecamatan di Kabupaten Lembata, delapan kecamatan telah mencapai target 100 persen Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Sementara itu, Kecamatan Nubatukan masih belum mencapai target penuh.
Selain kontribusi dari kecamatan, RSUD tercatat sebagai penyumbang PAD terbesar dengan realisasi pendapatan lebih dari Rp17 miliar sepanjang tahun 2025.
Dengan modal capaian tersebut, Pemda Lembata optimistis dapat meningkatkan kinerja dan realisasi pendapatan daerah pada tahun anggaran 2026, seiring dengan komitmen percepatan kerja seluruh OPD sejak awal tahun. (adabnewsteam).
Berita Terkait
Pipa PDAM Lembata Rusak, Distribusi Air di Lewoleba Terganggu
SMPN 7 Maret Hadakewa, Hidupkan TPPK, Terapkan Sanksi Edukatif Cegah Kekerasan di Sekolah
PLAN Atasi Kesulitan Air lebih dari Dua Dekade di Lamau
Gunung Ili Lewotolok Erupsi 59 Kali dalam Sehari, Status Tetap Level II Waspada
Kebijakan Berbasis Sistem Merit Berdasar Profiling ASN Kerap Jadi Jargon Kosong
Rampingkan Postur Birokrasi, Pemda Lembata Tekan Belanja Pegawai
Musda VI Golkar Lembata Tetapkan Target Rebut Pimpinan Legislatif dan Eksekutif
PAN Lantik Pengurus Periode 2024–2029, Dorong Kolaborasi untuk Kesejahteraan Rakyat
Seminar Muro di Lembata Dorong Konservasi Laut, Libatkan Warga dan Anak Muda
Begini Cara Plan Indonesia Mengubah Cara Pandang, Mengakhiri Kekerasan Anak di Sekolah