SUDAH lebih dari 2 dekade, 120 Kepala Keluarga atau 390 jiwa penduduk Desa Lamau, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur ini menghabiskan energi besar, berebutan air di sumur tua Desa itu.
Seluruh kebutuhan warga Desa di pesisir Timur Ile Ape, sperti minum, masak, mck di pasok dari sumur tua yang letaknya di bibir pantai desa itu. Tak ada pilihan lain selain mengantri hingga berjam-jam meski urusan domestik lainnya terbengkelai.
Maria Goreti Tuto, 54 thn, warga Desa Lamau kepada Media Indonesia, menuturkan, setiap hari ia menghabiskan 5 menit perjalanan dari rumah menuju sumur tua.
"Setiap hari kami gunakan ember untuk ulang air di sumurtua. Paling maksimal 4 sampai 5 kali. Air tersebut ditampung di bak penampung di rumah meski menghabiskan setengah hari, bak yang kami siapkan di rumah tidak bisa penuh," ujar Maria.
Tatapannya jauh seakan mengenang kesulitan air yang dirasakan keluarganya dua dekade silam. Ia berkisah, kerap memaksa dua putrinya yang kala itu masih SD untuk mengisi bak penampung air hingga penuh.
"Kalau air di bak penampungan sudah kosong, terpaksa anak-anak harus korban tidak sekolah. Karena kalau air tidak ada kan semua urusan lain akan susah. Walaupun menyesal memaksa anak-anak tetapi itulah keadaan kami kala itu," ungkap Maria.
Sementara itu, Kepala Desa Lamau, Muslimin Bala, membenarkan kesulitan Air di Desanya. Muslimin menjelaskan, kesulitan air itu sudah coba diatasi oleh Pemerintah Kabupaten Flores Timur. Kala itu wilayah Lembata adalah wilayah administratif kabupaten Flores Timur.
Melalui sentuhan proyek Kimpraswil, Pemda Flotim membangun sumur bor tahun 1998. Namun sejak dibangun sumur itu tidak berfungsi. Setelah dilantik menjadi Kepala Desa, Muslimin kemudian membuka komunikasi dengan Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia).
Alhasil, Plan mengintervensi rehabilitasi sumur bor, fiber 5000 liter, aktivasi meteran listrik, pemasangan dinamo dan kontrol panel.
Tak hanya itu, urusan air minum juga mulai diurus Dana Desa dengan pengadaan pipa untuk sambuungan rumah. Keberuntungan tak berhenti di situ, intervensi Dana DAK mengurus instalasi perpipaan langsung ke rumah warga.
Kini warga mulai bernapas legah. Kolaborasi bersama Plan Indonesia mulai berbuah hasil. Keadaan mulai membaik. Meski belum seluruh warga menikmati sambungan rumah, namun warga mulai memanfaatkan waktu senggangnya dengan kegiatan produktif memanfaatkan air.
Maria Goreti Tuto, warga Desa Lamau menyampaikan terimakasihnya pada Plan Indonesia yang telah menginisiasi perbaikan infrastruktur air bersih di Desa Lamau.
Air untuk Dukung Program Nasional MBG
Setelah dua dekade kesulitan air di Lamau, kini sebuah kelompok tani milenial mulai mengembangkan pertanian hortikultura dengan memanfaatkan air dari sumur bor Desa Lamau.
Namanya Kelompok Tani Milenial Elang Lamau. Kelompok tani ini dikelola 7 pemuda desa itu. Melalui pelatihan yang difasilitasi PLAN Indonesia, petani milenial ini mengembangkan pertanian hortikultura seperti tomat, terung, kangkung, sawi putih.
Setelah meraup keuntungan, kelompok tani inipun berikhtiar mendukung program Makan Bergizi geratis yang dapurnya akan dibuka di Desa.
Pihak Plan Indonesia mengatakan, Dari 79 desa dampingan di Ile Ape, Lebatukan, dan Kedang, Plan menetapkan standar wajib bagi seluruh anak dampingan:
Akses air bersih tidak lebih dari 30 menit, Wajib sekolah, Wajib mendapatkan vaksin, Wajib memiliki sanitasi layak, Wajib memiliki akta kelahiran, Wajib ikut sensus anak setiap tahun.
Hasilnya luar biasa:
Dari 7.700 anak dampingan, 99% telah memiliki akses air, BPJS, vaksin, dan akta lahir. (adabnewsteam).
Berita Terkait
Dari IPM hingga Infrastruktur, Bupati Paparkan Perkembangan Pembangunan Lembata
Banjir dan Angin Kencang Di Ile Ape Rusak Jalan dan Ruang Kelas, BPBD Lembata Lakukan Kaji Cepat
MBG Sedot Angaran Jumbo, DPRD Soroti Banyak Sekolah Rusak di Lembata
Dinilai Berhasil Tekan Angka Stunting, Bupati Lembata Terima Penghargaan Dari Kemenkes RI
Meriah, Ini Hasil Lomba Hardiknas Tingkat Kecamatan Nubatukan 2026
Kereenn, Tuan Rumah Lembata Sabet Seluruh Kategori Lomba Mancing 2026
Dana Bumdes Puluhan Juta Raib, Ketua Bumdes Desak Oknum Polisi Segera Kembalikan
Festival Internasional Lamaholot 2026 Siap Hadirkan Karnaval Budaya hingga Post Tour Desa Wisata
Hadiri Talk Show HPN 2026: Bupati Akui Kritik Media Membantunya Membenahi Berbagai Persoalan Daerah
Dari Tumpukan Sampah di Savana Bour hingga Aksi Nyata FPRB di Nubamado