HUJAN lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Ile Ape Timur dan Ile Ape pada Senin (8/12) memicu banjir di Desa Jontona serta merusak dua ruang kelas SDK 1 Lewotolok di Desa Amakaka. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut.
Berdasarkan laporan resmi yang diterima media ini melalui BPBD Lembata pada pukul 12.48 WITA, hujan intensitas tinggi mulai turun sejak pukul 11.00 WITA. Sekitar satu jam kemudian, banjir mulai menggenangi Jontona sementara angin kencang merobohkan plafon ruang kelas 1 dan 6 SDK 1 Lewotolok.
Sebelumnya, media ini menurunkan berita peringatan potensi ancaman bencana hidrometrologi di NTT.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang merilis siaran pers resmi mengenai potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada periode 8–14 Desember 2025. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.
Akses Jalan Terputus dan Infrastruktur Berisiko
Banjir tersebut menyebabkan terganggunya akses transportasi masyarakat dari Jontona menuju ibu kota kecamatan. Material banjir berupa pasir dan bebatuan menggerus badan jalan di empat titik sehingga kendaraan roda dua harus dituntun secara manual agar dapat melintas.
Selain itu, bagian pinggir jalan crosway yang dibangun menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) beberapa bulan lalu juga tergerus dan kini berada dalam kondisi rawan kerusakan jika hujan deras kembali turun.
Dua area bekas kerukan material kini berubah menjadi kubangan berlumpur yang membahayakan terutama bagi anak-anak yang sering melewati lokasi tersebut.
Sementara itu di Amakaka, plafon gipsum ruang kelas 1 dan 6 ambruk akibat terpaan angin kencang dan kebocoran talang air. Beruntung saat kejadian tidak ada siswa di dalam kelas karena mereka telah dikumpulkan untuk dipulangkan. Ruangan masing-masing berukuran 10 x 8 meter.
Upaya Cepat Pemerintah
Camat Ile Ape Timur beserta kepala desa Jontona dan Amakaka menjadi pihak pertama yang melaporkan kejadian melalui WAG Informasi Bencana Lembata. BPBD Lembata kemudian mengerahkan tim untuk melakukan asesmen langsung di dua lokasi terdampak.
BPBD juga berkoordinasi dengan pemerintah desa agar masyarakat menjauhi area kubangan banjir, terutama anak-anak. Untuk mengantisipasi risiko di sekolah, Dinas Pendidikan Lembata memutuskan meliburkan siswa sementara guru tetap masuk untuk mengolah nilai rapor.
Langkah Lanjutan.
BPBD Lembata menegaskan pemantauan akan terus dilakukan, terutama pada titik-titik jalan yang tergerus dan infrastruktur sekolah yang terdampak. Masyarakat diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan intensitas tinggi masih dapat terjadi. (Adabnewsteam).
Berita Terkait
Kereenn, Tuan Rumah Lembata Sabet Seluruh Kategori Lomba Mancing 2026
BPBD Lembata Bangun Sumur Bor di Sejumlah Titik Atasi Krisis Air Bersih
Pelatihan Mendalan IM Service 2 Resmi Dibuka, Dinas Pendidikan Lembata Dorong Transformasi Pembelajaran Berbasis Teknologi
Dana Bumdes Puluhan Juta Raib, Ketua Bumdes Desak Oknum Polisi Segera Kembalikan
Pemda Lembata Pacu Percepatan Kinerja OPD Awal 2026, Realisasi PAD 2025 Capai 88,49 Persen
Bupati Lembata Ajak Warga Jaga Laut Lewat Tradisi Muro
Guru di Tengah Gelombang Perubahan—Refleksi dari Puncak Hari Guru Nasional 2025 di Lembata
Dibalik Nyala Obor Toleransi NKRI Yang Disulut Bupati Kanis Tuaq
Bupati Lembata Hadiri Ritual Muro di Desa Todanara, Tanda Dimulainya Masa Larangan Tangkap
Festival Internasional Lamaholot 2026 Siap Hadirkan Karnaval Budaya hingga Post Tour Desa Wisata