SUDAH hampir 1 bulan pasca benturan KMP Fery yang mematahkan 3 Dolphin di Pelabuhan Ferry Waijarang, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, aktivitas embarkasi dan debarkasi dari KMP Ferry berpindah ke pelabuhan laut Lewoleba.
Meski dalam kondisi minus malum, perpindahan lokasi sandar KPM Ferry masih dapat dilayani.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lembata, John Arimon, kepada Media ini, Rabu (17/12/2025), mengungkapkan kronologi insiden benturan KMP Inerie II yang menyebabkan kerusakan serius pada fasilitas Pelabuhan Penyeberangan Waijarang dan berdampak pada terhentinya pelayanan penyeberangan di Lembata hampir 1 bulan belakangan.
"Peristiwa tersebut terjadi pada 27 November 2025, saat KMP Inerie II berlayar dari Deri Maubasan dan melakukan manuver sandar di Pelabuhan Waijarang. Dalam proses sandar, terjadi benturan dengan fasilitas dermaga. Pihak ASDP dan Kaptain KMP Fery menyebutnya sebagai gesekan. Akibatnya, dolphin 3 mengalami kemiringan, sementara tiga dari delapan tiang pancang dilaporkan patah.
“Pada Jumat pagi, saya langsung melaporkan kejadian ini kepada Bupati Lembata Beliau memerintahkan agar segera dibuatkan surat resmi kepada manajemen ASDP di Kupang, lengkap dengan kronologis kejadian dan dasar hukum Undang-Undang Pelayaran. ASDP harus bertanggung jawab atas kejadian ini,” kata John Arimon.
Menurutnya, upaya administratif segera dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lembata. Pihaknya menggelar rapat koordinasi secara daring (zoom meeting) dengan manajemen ASDP untuk membahas tanggung jawab dan langkah penanganan lanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, kapten KMP Inerie II menyampaikan bahwa kapal sebenarnya masih bisa sandar. Namun, kondisi dolphin yang miring dinilai sangat berbahaya. Jika kapal dipaksakan sandar, berpotensi menimbulkan benturan pada lambung kapal yang bisa menyebabkan kerusakan serius, bahkan robek.
Dinas Perhubungan Lembata juga sempat berupaya menarik dolphin yang miring ke darat dengan menyewa alat berat berupa ekskavator. Namun, setelah dilakukan dua kali percobaan, upaya tersebut tidak berhasil.
Sebagai langkah darurat untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat, KMP Inerie II kemudian dialihkan untuk sandar di Pelabuhan Laut Lewoleba. Di pelabuhan tersebut, kapal hanya diperbolehkan menurunkan barang dari dalam kendaraan ekspedisi, tanpa menurunkan kendaraan.
“Kami sudah bersurat ke ASDP agar sementara kapal sandar di Pelabuhan Laut Lewoleba. Koordinasi juga dilakukan dengan Syahbandar, Pelni, ASDP, dan unsur perhubungan lainnya. Prinsip kami, pelayanan masyarakat harus tetap berjalan,” tegasnya.
John Arimon mengakui adanya keluhan dari pihak ekspedisi terkait pengaturan bongkar muat. Namun, setelah dilakukan komunikasi dengan Syahbandar, disepakati bahwa muatan barang ekspedisi tetap bisa dibongkar demi menjaga kelancaran distribusi logistik.
Ia memastikan, jelang hari Raya Natal, pasokan sembako ke Lembata tetap aman meski terjadi gangguan pada Pelabuhan Waijarang. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lembata telah mengirimkan surat resmi kepada Kementerian Perhubungan untuk meminta percepatan perbaikan pelabuhan.
Ke depan, Pemkab Lembata bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan DPRD Kabupaten Lembata berencana melakukan audiensi khusus dengan manajemen ASDP guna memastikan kejelasan tanggung jawab serta percepatan rehabilitasi Pelabuhan Penyeberangan Waijarang. (Adabnews).
Berita Terkait
Tarif Angkutan Ekspedisi Disepakati, Operasional Penyeberangan di Lembata Kembali Normal
Panen Raya Jagung Sumo Sakti di Ile Ape, PT SMJ Bangun Ekosistem Pertanian Berkelanjutan
Tiga Pastor Pimpin Misa Penutupan Bulan Maria di Lewoleba
Kapolres Lembata: KUHAP Baru Lebih Berimbang, Buka Peluang Restorative Justice
Pemkab Lembata Minta ASDP Segera Perbaiki Dermaga Waijarang Pascabenturan KMP Inerie II
Pipa PDAM Lembata Rusak, Distribusi Air di Lewoleba Terganggu
Nasabah Pertanyakan Akurasi Perhitungan Kredit di BRI, Pengaduan ke APH Tak Kunjung Berbuah Hasil
Waktu Habis Somasi Ganti Rugi Pemilik Pohon Cendana Ancam Tempuh Jalur Hukum
Wisatawan Domestik dan Mancanegara Ikuti Post Tour Festival Internasional Lamaholot di Desa Muruona
Pembayaran Gaji PPPK Menanti Koordinasi Pemda Bersama Kemenkeu