Dari Tumpukan Sampah di Savana Bour hingga Aksi Nyata FPRB di Nubamado

photo author
- Senin, 26 Oktober 2026 | 01:16 WITA
Dari Tumpukan Sampah di Savana Bour hingga Aksi Nyata FPRB di Nubamado
Suasana mengumpulkan sampah, dipilah kemudian dijadikan uang

LEMBATA, ADABNEWS.COM – Perbukitan savana Bour di Desa Riang Dua, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, yang semestinya memanjakan mata dengan bentang alamnya, justru menyimpan pemandangan memprihatinkan. 

Sampah dibuang sembarangan di sisi jalan, mencederai keindahan alam sekaligus menjadi pengingat bahwa kesadaran menjaga lingkungan masih menjadi pekerjaan bersama.

Di tengah persoalan itu, aksi berbeda terlihat di Desa Nubamado. Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lembata bersama masyarakat dan anak-anak sekolah turun langsung melakukan aksi pungut, pilih, dan edukasi sampah, Sabtu (24/10/2026). 

Dari anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Dasar (SD), semua dilibatkan. Mereka tidak sekadar menerima imbauan tentang kebersihan, tetapi belajar melalui tindakan sederhana: memungut sampah, mengenali jenisnya, dan memahami pentingnya membuang sampah pada tempatnya.

Kegiatan yang diinisiasi Bidan Desa Nubamado, Nony Tukan, ini berkolaborasi dengan FPRB, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Lembata, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Ketua FPRB Kabupaten Lembata, Mikael Alexander Raring, menunjukkan, pengurangan risiko bencana tidak selalu dimulai dari langkah besar. Kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh dari kebiasaan kecil yang dilakukan bersama, termasuk mencegah sampah mencemari lingkungan.

Bagi Nony Tukan, keterlibatan masyarakat, tenaga kesehatan, pemerintah, dan lembaga pendidikan menjadi bagian penting dalam membangun budaya peduli lingkungan yang dimulai dari desa dan keluarga.

Dua gambaran di Lembata itu menghadirkan pesan yang sama. Tumpukan sampah di perbukitan savana Bour menjadi pengingat tentang akibat perilaku membuang sampah sembarangan, sedangkan aksi di Nubamado memperlihatkan bahwa perubahan bisa dimulai dari kemauan untuk bertindak.

Sebab, menjaga lingkungan bukan hanya urusan imbauan atau tanggung jawab pemerintah. Ia membutuhkan kesadaran setiap orang, yang dimulai dari satu tindakan sederhana: tidak membuang sampah sembarangan.

FPRB tak hanya bicara. Mereka turun tangan, mengajak masyarakat bergerak, dan menanamkan kepedulian sejak anak-anak. (Tim)


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

X
Dapatkan Full Source Code - CMS DATAGOE