Warga Kesal, Sampah Dibuang Sembarangan Rusak Keindahan Savana Bour

photo author
- Jumat, 23 Oktober 2026 | 11:48 WITA
Warga Kesal, Sampah Dibuang Sembarangan Rusak Keindahan Savana Bour
Tumpukan sampah di sisi jalan di perbukitan savana Bour, Lembata

LEMBATA ADABNEWS. COM– Tumpukan sampah yang dibuang sembarangan di sisi jalan kawasan Bour, Desa Riang Dua, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, mulai meresahkan warga. Selain mengganggu kebersihan lingkungan, aksi pembuangan sampah tersebut turut merusak keindahan perbukitan savana yang selama ini menjadi salah satu daya tarik kawasan itu.

Berdasarkan pantauan media ini, Jumat (23/10/2026), sejumlah jenis sampah tampak berserakan di sisi kanan jalan pada kawasan perbukitan Bour. Sampah yang dibuang antara lain berupa popok sekali pakai (pampers), pecahan kaca, sampah rumah tangga, serta berbagai material lainnya.

Keberadaan tumpukan sampah ini semakin memperburuk kondisi lingkungan di kawasan tersebut. Bentang alam perbukitan savana yang semestinya menyuguhkan panorama indah kini menghadapi persoalan lingkungan, mulai dari kerusakan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap terjadi pada musim kemarau hingga kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan.

Sejumlah warga yang ditemui media ini mengaku kesal dengan ulah oknum yang menjadikan sisi jalan di kawasan Bour sebagai tempat pembuangan sampah.

Boli, salah seorang warga Bour, Desa Riang Dua, mengatakan, praktik pembuangan sampah di lokasi tersebut baru terjadi sekitar sebulan terakhir. Menurut dia, pelaku diduga datang pada malam hari menggunakan kendaraan jenis pikap untuk membuang berbagai jenis sampah.

“Dulu tidak ada yang buang sampah di tempat ini. Tetapi sejak bulan lalu, setiap malam orang buang sampah di sini dengan pikap. Semua jenis sampah dibuang di sini. Kami berusaha untuk menangkap pembuang sampah itu agar tidak sembarang buang sampah,” ujar Boli.

Warga berharap ada perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait untuk mencegah kawasan tersebut terus dijadikan lokasi pembuangan sampah ilegal.

Mereka juga menginginkan adanya tindakan tegas terhadap pelaku agar persoalan serupa tidak semakin meluas.

Sementara itu, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lembata, Alexander Raring, menyerukan kepada masyarakat agar menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan.

Menurut Raring, perilaku tersebut mencerminkan rendahnya kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Padahal, pemerintah telah menyediakan sejumlah sarana untuk pembuangan sampah sementara yang semestinya dimanfaatkan masyarakat.

“Kebiasaan membuang sampah di sembarang tempat merupakan budaya malas, padahal pemerintah sudah menyiapkan sejumlah sarana pembuangan sampah sementara. Hentikan kebiasaan buruk itu sebelum ada langkah represif dari pemerintah dan aparat. Budayakan buang sampah pada tempatnya,” ujar Raring.

Ia mengingatkan, menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Masyarakat diharapkan tidak hanya mengandalkan pemerintah dalam menangani persoalan sampah, tetapi juga membangun kesadaran untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

Persoalan sampah di perbukitan Bour menjadi pengingat bahwa keindahan alam tidak cukup hanya dijaga dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Kesadaran masyarakat untuk tidak merusak lingkungan melalui pembuangan sampah sembarangan juga menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian kawasan tersebut.

Jika tidak segera ditangani, tumpukan sampah dikhawatirkan terus bertambah dan semakin mencemari lingkungan, sekaligus menghilangkan keindahan panorama perbukitan savana yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat. (Tim). 


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

X
Dapatkan Full Source Code - CMS DATAGOE