Bareng, 22 Juni 2026 – PEMERINTAH Desa Bareng terus memperkuat berbagai program perlindungan dan pemenuhan hak anak melalui bantuan pendidikan, dukungan bagi penyandang disabilitas, serta upaya pencegahan stunting di wilayah desa.
Kepala Desa Bareng, Alamsyah Y. AB, kepada media ini, Senin (22/6/2026), mengatakan, pemerintah desa memberikan perhatian khusus kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengenyam pendidikan.
Menurutnya, program bantuan pendidikan mulai dijalankan sejak tahun 2024. Kebijakan tersebut lahir setelah pemerintah desa menemukan sejumlah anak usia sekolah yang terancam putus sekolah karena keterbatasan ekonomi keluarga.
“Pernah ada empat siswa usia sekolah yang putus sekolah di Desa kami. Kami mulai mendorong program bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu. Kini keempat anak itu akhirnya sudah bersekolah ke jenjang pendidikan lanjutan,” ujar Alamsyah.
Melalui program tersebut, Pemerintah Desa Bareng menyediakan bantuan berupa seragam sekolah dan uang tunai. Besaran bantuan yang diberikan berbeda sesuai jenjang pendidikan.
Untuk siswa Sekolah Dasar (SD), bantuan yang diberikan sebesar Rp250 ribu per siswa. Sementara siswa SMP/MTs, dan MAN menerima bantuan sebesar Rp500 ribu per siswa.
Alamsyah menjelaskan, setiap tahun pemerintah desa mendorong sekitar enam siswa untuk mendapatkan bantuan pendidikan. Program ini diprioritaskan bagi anak-anak asal Desa Bareng yang berprestasi namun berasal dari keluarga kurang mampu.
“Kalau ada siswa berprestasi tetapi orang tuanya mampu, bantuan kami alihkan kepada siswa lain yang lebih membutuhkan,” katanya.
Ia menambahkan, bantuan tersebut tidak hanya diberikan kepada siswa yang bersekolah di Desa Bareng, tetapi juga kepada siswa asal Bareng yang menempuh pendidikan di luar desa dan menunjukkan prestasi akademik.
Selain bidang pendidikan, Pemerintah Desa Bareng juga memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas.
Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan sandang, pangan, serta bantuan uang tunai yang diberikan pada momen hari raya keagamaan maupun peringatan hari besar nasional.
“Kami juga memiliki program bantuan untuk penyandang disabilitas. Bentuknya sandang, pangan dan uang yang diberikan pada hari-hari besar,” jelasnya.
Dalam bidang kesehatan anak, pemerintah desa secara rutin mengalokasikan anggaran untuk Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Program tersebut dikelola oleh kader Posyandu bekerja sama dengan bidan Pustu setempat.
Pemerintah desa juga melakukan identifikasi terhadap anak-anak yang mengalami stunting agar mendapatkan perhatian khusus melalui pemberian makanan tambahan secara berkelanjutan.
“Anak-anak yang teridentifikasi stunting kami berikan makanan tambahan melalui program yang dikelola kader Posyandu bersama bidan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Alamsyah mengungkapkan, di Desa Bareng saat ini juga sedang dilaksanakan pembangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, proses pembangunan tersebut masih menunggu kelanjutan pelaksanaannya.
Di bidang pembinaan karakter dan pendidikan, Desa Bareng sebenarnya telah memiliki Peraturan Kepala Desa (Perkades) tentang jam belajar masyarakat yang telah dirintis sejak masa kepala desa sebelumnya. Saat ini pemerintah desa tinggal memperkuat implementasi aturan tersebut agar berjalan lebih efektif.
Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Desa Bareng berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih ramah anak, mendukung keberlanjutan pendidikan, serta meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan anak-anak di desa. (Adabnewsteam).
Berita Terkait
SMPN 7 Maret Hadakewa, Hidupkan TPPK, Terapkan Sanksi Edukatif Cegah Kekerasan di Sekolah
Modus Jual Beli Rekomendasi BBM Subsidi Diduga Untungkan Segelintir Birokrat di Lembata
Rampingkan Postur Birokrasi, Pemda Lembata Tekan Belanja Pegawai
Ditenggarai Terima Ikan Hasil Potasium, Anggota Faksi Nasdem Lembata Datangi Penadah Ikan
Penambahan CPNSD dan PPPK Jadi Beban Daerah, Lembata Butuh Investasi untuk Perkuat Fiskal
Waktu Habis Somasi Ganti Rugi Pemilik Pohon Cendana Ancam Tempuh Jalur Hukum
Ketua DPRD Nilai Dampak Negatif Efisiensi Berlanjut, Infrastruktur Publik Jatuh ke Titik Nadir
Tim Damkar Gerak Cepat Padamkan Karhutla, Titik Hotspot di Lembata 2.367 Ha
Wabup Lembata Buka Pelatihan Koperasi Merah Putih 2025: Langkah Strategis Membangun Fondasi Ekonomi Desa
Kukuhkan Pengurus P3A Aubala, Bupati Lembata Dorong Produktivitas dan Modernisasi Pertanian Waikomo