LEMBATA – Hari ketiga Festival Internasional Lamaholot 2026, Jumat (3/7/2026), diisi dengan kegiatan post tour di Desa Muruona yang diikuti 11 wisatawan mancanegara asal Amerika Serikat dan Australia. Tak hanya itu, wisatawan domestik juga turut dalam poat tour tersebut.
Seluruh peserta datang ke festival tersebut dengan biaya perjalanan sendiri sebagai bentuk ketertarikan mereka terhadap kekayaan budaya Lamaholot.
Rombongan dipimpin Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Anton Ali, SE. Setibanya di Desa Muruona, para wisatawan disambut melalui ritual adat setempat sebagai simbol penerimaan dan penghormatan kepada tamu yang datang.
Kegiatan post tour tersebut menjadi ruang interaksi langsung antara wisatawan dengan masyarakat lokal melalui berbagai aktivitas budaya dan lingkungan yang masih dijaga secara turun-temurun.
Para wisatawan diajak menyaksikan proses bihu sia atau pembuatan garam tradisional yang dilakukan masyarakat pesisir. Mereka juga belajar membuat kerajinan tangan berbahan daun lontar atau bia, salah satu produk budaya yang menjadi identitas masyarakat Muruona.
Selain mengenal tradisi lokal, para peserta dijadwalkan mengikuti kegiatan penanaman mangrove bersama warga. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian lingkungan yang dipadukan dengan pengenalan budaya Muro kepada tamu mancanegara.
Kehadiran wisatawan asing yang datang secara mandiri tanpa pembiayaan khusus menunjukkan meningkatnya daya tarik Festival Internasional Lamaholot di tingkat global.
Tidak hanya menyuguhkan pertunjukan budaya, festival ini juga menghadirkan pengalaman autentik yang memungkinkan pengunjung terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat setempat.
Program post tour di Desa Muruona menjadi salah satu agenda penting festival untuk memperkenalkan kekayaan tradisi, kerajinan, serta kearifan lingkungan masyarakat Lamaholot kepada dunia internasional.
Melalui pengalaman tersebut, wisatawan tidak sekadar menjadi penonton, tetapi turut mengambil bagian dalam menjaga dan mempromosikan warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Festival Internasional Lamaholot 2026 sendiri terus menghadirkan berbagai kegiatan budaya lintas wilayah Lamaholot, sekaligus memperkuat posisi Lembata sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan komunitas di kawasan timur Indonesia. (Adabnewsteam).
Berita Terkait
Bedah Mayat Dua Jam, Forensik Temukan Patah Tulang Kepala Jadi Penyebab Kematian Mantan Kades Laranwutun
Di Balik Angka Kekerasan Anak dan Perempuan di Lembata Yang Terus Bertambah
Somasi Penebangan Pohon Cendana Milik Warga Masuki Tahapan Krusial
Wabup Lembata Buka Pelatihan Koperasi Merah Putih 2025: Langkah Strategis Membangun Fondasi Ekonomi Desa
Trend Kekerasan Terhadap Anak Meningkat, Pemkab Lembata Gandeng Tokoh Agama Perkuat Kualitas Keluarga Lewat FGD Lintas Agama
Bupati Lembata Ajak Warga Jaga Laut Lewat Tradisi Muro
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat–Sangat Lebat, Lembata Masuk Status Siaga
Hadiri Raker DPC Partai Gerindra, Bupati Lembata Nyatakan Apresiasi dan Dukung Program Presiden Prabowo
BPBD Lembata Bangun Sumur Bor di Sejumlah Titik Atasi Krisis Air Bersih
Festival Internasional Lamaholot 2026 Siap Hadirkan Karnaval Budaya hingga Post Tour Desa Wisata