LEMBATA — Hamparan pertanian Bogaturu, Desa Tanjung Ile Ape, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, dipadati petani, pemerintah daerah, tokoh agama dan mitra perusahaan dalam kegiatan Panen Raya Jagung varietas NK Sumo Sakti, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan ini digelar oleh PT Silvano Maynard Jaya (SMJ) sebagai bagian dari pengembangan pertanian dari hulu ke hilir jagung di Lembata.
Kehadiran Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir bersama rombongan disambut secara adat oleh tuan tanah Desa Waowala sebelum menuju lokasi panen dan meninjau tiga booth edukasi yang disiapkan PT SMJ.
Direktur PT SMJ, Sudin Silvester menjelaskan, tiga booth tersebut menampilkan seluruh rantai produksi jagung mulai dari benih, pengelolaan tanaman hingga pemasaran hasil panen.
“Yang dilakukan di lokasi ini adalah memperlihatkan hasil jagung dari lahan ini. Booth yang kami siapkan menjelaskan tentang ketersediaan benih, pengelolaan dan bagaimana pemasaran hasil jagung,” ujar Sudin.
Pada booth pertama, PT SMJ memperkenalkan benih hibrida NK 7328 atau NK Sumo Sakti yang disebut memiliki produktivitas tinggi, tahan terhadap hama penggerek batang serta toleran terhadap herbisida.
Menurut tim teknis PT SMJ, varietas tersebut mampu menghasilkan 16 hingga 17 baris biji per tongkol. Bahkan, satu kilogram benih disebut dapat menghasilkan hingga ratusan kilogram jagung pipilan dengan potensi produksi mencapai 8 hingga 9 ton per hektare, tergantung perawatan tanaman.
Menariknya, demplot milik petani Tomas Purek seluas 1,6 hektare di lokasi panen menghasilkan sekitar 6,9 ton jagung tanpa pemupukan karena keterbatasan pupuk subsidi. Jika menggunakan pupuk, hasil panen diperkirakan bisa mencapai 11 ton per hektare.
Booth kedua menampilkan berbagai produk perlindungan tanaman dan nutrisi pertanian, mulai dari perlindungan tanaman awal, pengendalian penyakit hingga penggunaan pupuk kristalon hijau dan merah untuk mendukung pertumbuhan jagung pada fase tertentu.
Sementara pada booth ketiga, pihak pembeli dari pabrik menjelaskan standar kualitas jagung yang diterima industri. Perwakilan PT Segar Agro Nusantara, Mohamad Jamian, mengatakan kualitas jagung sangat menentukan harga jual di pabrik.
“Kami menerima jagung dengan standar kualitas tertentu. Jagung dengan kadar jamur tinggi akan cepat rusak. Karena itu petani harus bekerja maksimal agar hasilnya baik,” katanya.
Ia menyebut kadar air jagung hasil panen di lokasi tersebut mencapai 22,2 persen pada usia tanam 130 hari berdasarkan pengukuran menggunakan alat standar perusahaan.
Selain persoalan kualitas, distribusi hasil panen juga menjadi perhatian. Jagung dari Lembata harus dikirim menggunakan kontainer menuju Surabaya dengan tantangan keterbatasan kapal dan biaya transportasi.
Direktur PT SMJ, Sudin Silvester menegaskan perusahaan tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga ingin membangun ekosistem pertanian berkelanjutan di Lembata.
Menurutnya, sejak Juni 2025 tim PT SMJ mulai melakukan pendekatan dan pelatihan kepada petani di Lembata melalui konsep “5P”, yakni pemberdayaan, pelatihan, pendampingan proses, profit dan pembangunan kolaborasi.
“Kami ingin menciptakan pengusaha-pengusaha baru di Lembata. Jangan hanya banyak bernubuat, tetapi sedikit berbicara dan banyak berbuat,” ujarnya. (adabnewsteam).
Berita Terkait
BPBD Lembata Bangun Sumur Bor di Sejumlah Titik Atasi Krisis Air Bersih
Begini Cara Plan Indonesia Mengubah Cara Pandang, Mengakhiri Kekerasan Anak di Sekolah
Dinilai Berhasil Tekan Angka Stunting, Bupati Lembata Terima Penghargaan Dari Kemenkes RI
Sinergi Pemda dan Bank NTT Perkuat Sektor Unggulan Lembata
Wisatawan Domestik dan Mancanegara Ikuti Post Tour Festival Internasional Lamaholot di Desa Muruona
Ketua DPRD Nilai Dampak Negatif Efisiensi Berlanjut, Infrastruktur Publik Jatuh ke Titik Nadir
Waktu Habis Somasi Ganti Rugi Pemilik Pohon Cendana Ancam Tempuh Jalur Hukum
Bupati Lembata Ajak Warga Jaga Laut Lewat Tradisi Muro
Jelang Natal, Hair Stylist WKC di Lewoleba Kebanjiran Pelanggan
Pengadaan Sapi Kurban Bantuan Presiden Dari Luar Lembata Dinilai Rugikan Peternak Lokal