LEWOLEBA — MENJELANG perayaan Hari Raya Natal, usaha pangkas rambut Hair Stylist WKC yang berlokasi di Waikomo, Kelurahan Lewoleba Barat, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, mengalami lonjakan pelanggan yang signifikan.
Seperti disaksikan media ini, Senin (22/12/2025), warga tampak berlomba-lomba memperbaiki penampilan, khususnya rambut, sebagai bagian dari persiapan menyambut Natal.
Kondisi tersebut membuat Hair Stylist WKC kewalahan melayani pelanggan sejak sepekan terakhir.
Pemilik Hair Stylist WKC, Abe Ingan, mengaku harus menambah tenaga pangkas rambut untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung.
“Sudah dua minggu ini kami melayani pemotongan rambut dari pagi hingga pukul 22.00 malam. Banyak pengunjung terpaksa kami tolak karena keterbatasan waktu dan tenaga. Kami minta mereka datang kembali keesokan harinya,” ujar Ingan, Selasa (22/12).
Meski dibanjiri pelanggan, Hair Stylist WKC tetap mempertahankan tarif yang terjangkau, yakni Rp10.000 per orang. Harga tersebut dinilai ramah bagi masyarakat dan menjadi salah satu faktor meningkatnya minat pelanggan.
Lonjakan usaha jasa pangkas rambut seperti ini menjadi pemandangan umum menjelang hari besar keagamaan, terutama Natal, warga9 ingin tampil rapi dan percaya diri saat berkumpul bersama keluarga dan kerabat. (Adabnewsteam).
Berita Terkait
Seminar Muro di Lembata Dorong Konservasi Laut, Libatkan Warga dan Anak Muda
Sinergi Pemda dan Bank NTT Perkuat Sektor Unggulan Lembata
Pemda Lembata Keluarkan Himbauan Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
Pemilik Pohon Cendana Layangkan Somasi, PLN Dituntut Ganti Rugi 120 Juta
Bupati Lembata Gaspol Sentra Ternak Bukit Hog, Siapkan Pasar Ekspor Babi ke Timor Leste
Responsif, Kontraktor Langsung Perbaiki Ruas Jalan Lamalera–Puor yang Disorot DPRD
Setetes Harapan untuk Nubahaeraka: PLN Hadirkan Akses Air Bersih di Momen HLN ke-80
Penambahan CPNSD dan PPPK Jadi Beban Daerah, Lembata Butuh Investasi untuk Perkuat Fiskal
Forum PRB Lembata: Dari Akar Rumput ke Ruang Kebijakan, Sebuah Perjalanan Kolaborasi Kemanusiaan
Melaut Sejak Minggu Sore, Nelayan Balauring Belum Kembali