Lewoleba — AKTIVITAS vulkanik Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, masih tergolong tinggi. Akibatnya, selain sejumlah desa yang bermukim di Lereng gunung berapi itu, Wilayah Timur Lembata, seperti wilayah Lebatukan dan Kedang mulai terdampak abu vulkanik.
Berdasarkan Laporan Aktivitas Gunungapi (Magma-VAR) periode pengamatan 17 Januari 2026 pukul 00.00–24.00 WITA, tercatat 466 kali letusan disertai lontaran material pijar dan suara dentuman lemah hingga sedang.
Gunung api setinggi 1.423 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut terpantau mengeluarkan asap kawah berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal, setinggi 20–50 meter di atas puncak kawah. Secara visual, gunung tampak jelas hingga tertutup kabut tipis.
Selain letusan, erupsi juga disertai lontaran material pijar ke arah sektor selatan–tenggara dengan jarak sekitar 100–200 meter dari pusat kawah. Petugas juga mengamati aliran lava ke sektor barat sejauh kurang lebih 100 meter dari bibir kawah.
Dari sisi kegempaan, Pos Pengamatan Gunungapi Ili Lewotolok mencatat:
466 gempa letusan dengan amplitudo 12,8–36,2 mm dan durasi 41–85 detik,320 gempa hembusan, 44 gempa tremor non-harmonik, serta1 gempa frekuensi rendah.
Kondisi meteorologi selama periode pengamatan menunjukkan cuaca cerah hingga hujan, dengan angin bertiup lemah sampai sedang ke arah timur dan suhu udara berkisar 24–30 derajat Celsius.
Hingga saat ini, status Gunung Ili Lewotolok masih berada pada Level II (Waspada). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan agar masyarakat, pengunjung, pendaki, dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas, serta radius sektoral selatan–tenggara dan barat sejauh 2,5 kilometer.
Masyarakat juga diimbau mewaspadai potensi guguran atau longsoran lava dan awan panas, khususnya pada sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut.
Warga diminta tetap tenang jika mendengar suara gemuruh atau dentuman, karena hal tersebut merupakan ciri aktivitas erupsi gunung api.
PVMBG mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunungapi Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, serta memantau perkembangan informasi resmi melalui aplikasi dan laman Magma Indonesia maupun kanal resmi Badan Geologi. (adabnewsteam).
Berita Terkait
Melaut Sejak Minggu Sore, Nelayan Balauring Belum Kembali
Ketua DPRD Nilai Dampak Negatif Efisiensi Berlanjut, Infrastruktur Publik Jatuh ke Titik Nadir
Pengadaan Sapi Kurban Bantuan Presiden Dari Luar Lembata Dinilai Rugikan Peternak Lokal
Trend Kekerasan Terhadap Anak Meningkat, Pemkab Lembata Gandeng Tokoh Agama Perkuat Kualitas Keluarga Lewat FGD Lintas Agama
Pembayaran Gaji PPPK Menanti Koordinasi Pemda Bersama Kemenkeu
Tim Damkar Gerak Cepat Padamkan Karhutla, Titik Hotspot di Lembata 2.367 Ha
Dinilai Berhasil Tekan Angka Stunting, Bupati Lembata Terima Penghargaan Dari Kemenkes RI
Jelang Natal, Hair Stylist WKC di Lewoleba Kebanjiran Pelanggan
Waktu Habis Somasi Ganti Rugi Pemilik Pohon Cendana Ancam Tempuh Jalur Hukum
Gunung Ili Lewotolok Erupsi 59 Kali dalam Sehari, Status Tetap Level II Waspada