Pemda Bungkam, Satu Sampel Ayam Berulat Mengandung Bakteri Patogen Berbahaya, Satu Lagi Penuhi Standar Kesehatan

photo author
- Minggu, 10 Mei 2026 | 05:47 WITA
Pemda Bungkam, Satu Sampel Ayam Berulat Mengandung Bakteri Patogen Berbahaya, Satu Lagi Penuhi Standar Kesehatan
Ilustrasi MBG

Lewoleba- PEMERINTAH Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur hingga saat ini bungkam atas hasil uji Lab terhadap dua sampel daging ayam yang ditemukan berulat pada sebuah sekolah di kota Lewoleba beberapa waktu lalu.

Sejumlah pejabat berwenang yang dihubungi Media ini enggan memberikan klarifikasi atas hasil uji lab terhadap “Ayam Saus Mentega” milik SPPG Lewoleba Timur. Para pejabat berwenang itu justru saling melempar tanggung jawab. 

Sebelumnya, sejumlah media ramai memberitakan, guru di sebuah TKK di dalam kota Lewoleba menemukan ulat pada daging ayam yang disediakan SPPG Lewoleba Timur. Sampel daging ayam berulat itupun diteliti pada laboratorium kesehatan daerah kabupaten Sikka. 

Menurut penelusuran media ini, UPT Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Sikka mengeluarkan hasil pemeriksaan kualitas pangan olahan terhadap dua sampel makanan “Ayam Saus Mentega” milik SPPG Lewoleba Timur.

Hasil uji lab tersebut menyimpulkan, salah satu sampel tidak layak konsumsi karena terkontaminasi bakteri patogen berbahaya.

Berdasarkan dokumen “Laporan Pemeriksaan Kualitas Pangan Olahan” yang diterbitkan pada 23 April 2026, tidak ditemukan adanya kandungan zat kimia berbahaya seperti formalin, boraks maupun pewarna sintetis berbahaya pada kedua sampel makanan tersebut.

Namun, bahaya utama ditemukan pada sampel pertama yang terkontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli) dan Salmonella sp, sehingga berpotensi menyebabkan keracunan makanan.

Dalam laporan itu disebutkan, sampel pertama dengan nomor pemeriksaan 694/01/Ayam Saus Mentega/Sampel 01/SPPG Lewoleba Timur/IV/2026 menunjukkan kandungan bakteri E. coli sebesar 63 MPN/gram. 

Angka tersebut jauh melebihi batas maksimum yang diperbolehkan sesuai standar kesehatan pangan yakni kurang dari 3,6 MPN/gram atau kurang dari 1,1 CFU/gram.

Selain itu, hasil pemeriksaan terhadap bakteri Salmonella sp pada sampel pertama dinyatakan positif sebanyak 6, padahal ketentuan standar mensyaratkan hasil negatif per 25 gram sampel.

Atas dasar temuan tersebut, sampel pertama dinyatakan TMS atau Tidak Memenuhi Syarat dan dinilai tidak layak untuk dikonsumsi karena berisiko menimbulkan gangguan kesehatan maupun keracunan pangan.

Meski demikian, parameter Angka Lempeng Total (ALT) pada sampel pertama masih berada dalam batas aman. Nilai ALT tercatat sebesar 10³ koloni/gram, masih di bawah ambang batas maksimum yakni 10⁶ koloni/gram sehingga parameter tersebut dinyatakan memenuhi syarat.

Berbeda dengan sampel pertama, hasil pemeriksaan pada sampel kedua dengan nomor 695/02/Ayam Saus Mentega/Sampel 02/SPPG Lewoleba Timur/IV/2026 menunjukkan kondisi mikrobiologi yang baik.

Pemeriksaan terhadap bakteri E. coli dan Salmonella sp pada sampel kedua masing-masing menunjukkan hasil 0 atau negatif. Nilai ALT pada sampel kedua juga tercatat sebesar 10² koloni/gram atau masih jauh di bawah batas maksimum yang diperbolehkan.

Dengan hasil tersebut, sampel kedua dinyatakan memenuhi standar kesehatan pangan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023.

Temuan laboratorium ini sekaligus menjadi penegasan perlunya evaluasi serius terhadap aspek higienitas pengolahan, distribusi, hingga penyimpanan makanan di SPPG Lewoleba Timur guna mencegah terjadinya kontaminasi bakteri patogen pada pangan olahan.

Dalam laporan juga disebutkan bahwa kedua sampel diterima oleh Labkesda Sikka pada 18 April 2026 dan mulai diuji pada 20 April 2026. 

Saat diterima petugas laboratorium, kondisi sampel dilaporkan dalam keadaan baik dan dikemas menggunakan plastik.

Laporan hasil pemeriksaan tersebut ditandatangani Kepala UPT Laboratorium Kesehatan Kabupaten Sikka, Daniel Dau.(adabnewsteam).


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

X
Dapatkan Full Source Code - CMS DATAGOE