Lembata — AKTIVITAS vulkanik Gunung Ili Lewotolok, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, menunjukkan penurunan frekuensi letusan kecil hingga sedang dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, erupsi masih terus terjadi dengan kolom abu yang mencapai ratusan meter di atas puncak.
Berdasarkan data pengamatan pada 19 Januari 2026 periode pukul 00.00 hingga 06.00 WITA, tercatat 96 kali letusan. Jumlah ini menurun dibandingkan periode pengamatan sehari sebelumnya, 18 Januari 2026, pada jam yang sama, yang mencatat 110 kali letusan. Padahal, beberapa hari sebelumnya frekuensi letusan Gunung Ili Lewotolok sempat mencapai lebih dari 500 kali per hari. Meski frekuensi letusan cenderung menurun, erupsi dengan kolom abu tinggi kembali terjadi pada Senin pagi (19/1/2026).
Berdasarkan laporan Magma-VEN (Volcanic Eruption Notice) dari PVMBG, erupsi terjadi pada pukul 06.18 WITA dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 400 meter di atas puncak atau kurang lebih 1.823 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas sedang dan condong ke arah timur. Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 19 mm dan durasi sekitar 48 detik.
Saat ini, Gunung Ili Lewotolok masih berada pada Status Level III (Siaga).
PVMBG merekomendasikan agar masyarakat, pengunjung, maupun wisatawan tidak memasuki wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung. Selain itu, masyarakat diimbau mewaspadai potensi guguran lava, longsoran, serta awan panas terutama ke sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut.
PVMBG juga mengingatkan warga di sekitar gunung untuk menggunakan masker pelindung mulut dan hidung, serta perlindungan mata dan kulit guna menghindari gangguan pernapasan akibat abu vulkanik. Warga juga diminta menutup tempat penampungan air bersih agar tidak terkontaminasi abu.
Pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunungapi Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, maupun dengan PVMBG dan Badan Geologi untuk mendapatkan informasi terkini terkait perkembangan aktivitas gunung api tersebut. (Adabnewsteam).
Berita Terkait
Sejumlah Siswa Jawara Lomba Hardiknas Nubatukan, Siap Berlaga ke Tingkat Kabupaten
Bupati Lembata Surati Gubernur NTT Fasilitasi ASDP Pasca Benturan Kapal di Pelabuhan Waijarang
Mubazir 11 Tahun, Kades Todanara Dorong Pemanfaatan Kawasan Wisata Ililolon Beach dan Bopor
Spekulan BBM di Lewoleba Mulai Beraksi, Pertalite Dijual hingga Rp35 Ribu per Setengah Botol
Pemda Lembata Pastikan Distribusi BBM Aman Terkendali, Warga Diimbau Tenang
Persebata Lembata Hadapi Gresik United, Kick-off Pukul 19.00 WIB di Lapangan Thor
Yustina Hekur: Dari Stigma ke Harapan — Perjuangan Ketua Kelompok Dukungan Sebaya Melawan HIV dan Diskriminasi
Investor Mulai Lirik Potensi Daerah, Lembata Butuh Iklim Ramah Investasi
Anak 14 Tahun Dikeroyok Tujuh Pria Dewasa, Keluarga Desak Proses Hukum Tuntas
Birokrasi Lembata Dirampingkan, Ini 36 Perangkat Daerah Terbaru