LEMBATA — Warga Desa Bakalerek, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, dibuat geram setelah tujuh pohon cendana miliknya ditebang oleh petugas PLN saat melakukan pembersihan jaringan listrik pada Rabu (4/2/2026) petang.
Pohon-pohon cendana berusia 14 tahun yang berada di kebun milik Simplis Tukan itu dipotong hingga tersisa sekitar 30 sentimeter dari tanah.
Padahal, menurut Simplis, jarak pohon cendana tersebut dengan kabel listrik masih cukup jauh. Ia juga mempertanyakan tindakan petugas PLN yang tidak memangkas sejumlah pohon jati lain yang letaknya justru lebih dekat dengan jaringan listrik.
“Kami mengerti ada pemeliharaan jaringan, tetapi ini petugas potong tujuh pohon cendana sampai tersisa 30 cm dari tanah. Ini keterlaluan dan kami tidak terima,” ujar Simplis.
“Kami akan tuntut PLN ganti rugi. Rp20 juta per pohon. Ini tanaman dengan nilai ekonomis tinggi.”
Simplis menegaskan bahwa dirinya akan melayangkan surat tuntutan ganti rugi secara tertulis kepada PLN besok. Ia juga akan menyampaikan tembusan surat tersebut kepada Kepolisian Resor Lembata.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN belum memberikan keterangan terkait pemotongan pohon cendana milik warga tersebut. (adabnewsteam).
Berita Terkait
Harap Dukungan Pemda, Tim Dokter Bedah Bibir Sumbing Kembali Layani Pasien di RS Bukit Lembata
Nasabah Pertanyakan Akurasi Perhitungan Kredit di BRI, Pengaduan ke APH Tak Kunjung Berbuah Hasil
Meriah, Ini Hasil Lomba Hardiknas Tingkat Kecamatan Nubatukan 2026
SMPN 1 Nubatukan Bagi Rapor Semester Ganjil Bagi 689 Siswa
Pemilik Pohon Cendana Layangkan Somasi, PLN Dituntut Ganti Rugi 120 Juta
MBG Sedot Angaran Jumbo, DPRD Soroti Banyak Sekolah Rusak di Lembata
Dibalik Nyala Obor Toleransi NKRI Yang Disulut Bupati Kanis Tuaq
Dari IPM hingga Infrastruktur, Bupati Paparkan Perkembangan Pembangunan Lembata
Kinerja Bank NTT Lembata Makin Meragukan, Dana Kredit dan Blokir Cair Tanpa Sepengetahuan Nasabah
Gunung Ili Lewotolok Erupsi 59 Kali dalam Sehari, Status Tetap Level II Waspada