LEMBATA — RUMAH Sakit Bukit, Lewoleba, Kabupaten Lwmbata, Nusa Tenggara Timur terus berbenah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Di bawah kepemimpinan direktris baru, dr. Vincensia Carolina, kini RS Bukit yang selama ini ketiadaan Dokter ahli penyakit dalam, kedatangan dr. Nadya Sabatini, S.Pd, dokter ahli penyakit dalam dari Makassar.
Kehadiran dr. Nadya Sabatini, S.Pd, dokter ahli penyakit ke RS Bukit ini disambut menajemen RS, hingga Yayasan Papa Miskin.
Direktris RS Bukit, Vincensia Carolina, kepada media ini, Kamis (9/4/2026) mengungkapkan, pihaknya secara khusus diutus oleh yayasan untuk menjemput langsung tenaga medis ahli tersebut. Upaya ini dilakukan setelah rumah sakit mengalami kekosongan dokter spesialis penyakit dalam selama dua bulan terakhir.
“Selama ini kita kekurangan dokter ahli, khususnya penyakit dalam. Padahal, dokter spesialis adalah ujung tombak pelayanan rumah sakit. Tanpa mereka, pelayanan tidak bisa maksimal,” ujarnya.
Menariknya, meski memiliki sejumlah pilihan penempatan di daerah lain seperti Seram dan Maluku, dokter spesialis yang direkrut justru memilih Kabupaten Lembata.
Keputusan itu diambil bukan karena faktor gaji, melainkan pertimbangan lingkungan dan kondisi sosial masyarakat.
“Dari sisi gaji semuanya relatif sama. Tetapi beliau melihat Lembata sebagai daerah yang aman, damai, dan masyarakatnya sederhana. Itu yang membuat beliau tertarik, meski sebelumnya belum pernah ke sini,” jelasnya.
Selain itu, profil RS Bukit yang masih berkembang dan terbuka terhadap perubahan menjadi daya tarik tersendiri. Dengan dukungan yayasan serta semangat baru dari kepemimpinan yang lebih muda dan energik, rumah sakit ini mulai melakukan berbagai pembenahan.
Dalam beberapa waktu terakhir, RS Bukit telah melakukan sejumlah peningkatan, seperti pengadaan tempat tidur baru, perbaikan ruangan, serta peningkatan kualitas layanan. Saat ini, rumah sakit juga tengah menjalani proses renovasi ruangan operasi dan pengadaan alat kesehatan secara bertahap.
“Selama ini mungkin RS Bukit terkesan ‘tidur’. Tapi dengan manajemen baru, pimpinan baru, dan semangat baru, kita ingin menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat,” tambahnya.
Ke depan, RS Bukit menargetkan penambahan tenaga dokter spesialis, khususnya di bidang penyakit dalam.
Diharapkan minimal terdapat dua dokter spesialis agar pelayanan dapat berjalan optimal.
Dengan langkah-langkah pembenahan tersebut, manajemen RS Bukit optimistis dapat memberikan layanan kesehatan yang lebih maksimal, sehingga masyarakat Lembata tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan medis yang memadai. (Adabnewsteam).
Berita Terkait
Modus Jual Beli Rekomendasi BBM Subsidi Diduga Untungkan Segelintir Birokrat di Lembata
Penambahan CPNSD dan PPPK Jadi Beban Daerah, Lembata Butuh Investasi untuk Perkuat Fiskal
Meriah, Ini Hasil Lomba Hardiknas Tingkat Kecamatan Nubatukan 2026
Pemda Bungkam, Satu Sampel Ayam Berulat Mengandung Bakteri Patogen Berbahaya, Satu Lagi Penuhi Standar Kesehatan
Pemkab Lembata Gelar Lembata Fishing Tournament 2026, Perebutkan Piala Bupati dan Hadiah Ratusan Juta Rupiah
Workshop Diseminasi Hasil Survei Kekerasan dan Bullying di Satuan Pendidikan di Lembata
Nasabah Pertanyakan Akurasi Perhitungan Kredit di BRI, Pengaduan ke APH Tak Kunjung Berbuah Hasil
Pemda Lembata Pacu Percepatan Kinerja OPD Awal 2026, Realisasi PAD 2025 Capai 88,49 Persen
Ditenggarai Terima Ikan Hasil Potasium, Anggota Faksi Nasdem Lembata Datangi Penadah Ikan
Musda VI Golkar Lembata Tetapkan Target Rebut Pimpinan Legislatif dan Eksekutif