LEWOLEBA — Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti aula pertemuan SLB Negeri Lewoleba, Kabupaten Lembata, Sabtu (16/5/2026), saat sekolah mengumumkan kelulusan siswa-siswi Tahun Pelajaran 2025/2026.
Sebanyak 15 siswa berkebutuhan khusus dari jenjang SDLB, SMPLB, dan SMALB dinyatakan lulus 100 persen.
Kelulusan tahun ini menjadi momen bersejarah bagi SLB Negeri Lewoleba. Para siswa berhasil mengikuti Ujian Sekolah dengan sistem kombinasi modern berbasis Android, laptop, dan kertas pensil. Mereka disebut sebagai “Angkatan Hebat dan Luar Biasa” karena menjadi angkatan perdana yang sukses menembus digitalisasi pendidikan di sekolah tersebut.
Plt. Kepala SLB Negeri Lewoleba, Paulus Geradus Hurint, S.T.,Gr menegaskan, keberhasilan ini membuktikan keterbatasan fisik maupun sensorik bukan penghalang bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk menguasai teknologi informasi.
“Anak-anak kita telah membuktikan bahwa mereka mampu melampaui batas dan beradaptasi dengan teknologi digital. Ini bukan sekadar kelulusan biasa, tetapi tonggak sejarah pendidikan khusus di Kabupaten Lembata,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan perangkat Android dan laptop dalam Ujian Sekolah menjadi bukti nyata transformasi pendidikan inklusif di SLB Negeri Lewoleba. Para siswa dinilai mampu menunjukkan semangat juang, ketangguhan, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Momen puncak acara berlangsung saat Koordinator Pengawas (Korwas) Dikmen dan Diksus Kabupaten Lembata, Yohanes Mamun, S.Pd., M.Pd secara langsung mengumumkan kelulusan dan menyerahkan amplop kelulusan kepada para orang tua dan wali siswa.
Prosesi penyerahan amplop berlangsung khidmat dan penuh emosional. Sekolah menyebut penyerahan langsung kepada orang tua sebagai simbol penghormatan atas dedikasi keluarga yang selama ini menjadi pilar utama dalam mendukung pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus.
“Menaklukkan teknologi di tengah keterbatasan adalah kemenangan sejati. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat bahwa setiap anak memiliki hak dan kemampuan untuk sukses,” ungkap pihak sekolah dalam sambutannya.
Selain pengumuman kelulusan, sekolah juga menyampaikan pesan motivasi kepada para lulusan agar terus percaya diri menatap masa depan.
“Kalian adalah bukti bahwa potensi tidak mengenal keterbatasan. Kelulusan ini hanyalah langkah awal menuju dunia yang lebih luas,” demikian pesan motivasi yang disampaikan kepada para siswa.
Dari total 15 siswa yang lulus, terdiri dari dua siswa jenjang SMALB, tujuh siswa jenjang SMPLB, dan enam siswa jenjang SDLB.
Para lulusan berasal dari berbagai kategori kebutuhan khusus, di antaranya tuna rungu, tuna daksa, serta tuna grahita ringan hingga sedang/berat.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto antara guru, orang tua, dan siswa. Keberhasilan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi pengembangan pendidikan inklusif di Kabupaten Lembata dan Nusa Tenggara Timur secara umum.
SLB Negeri Lewoleba pun menorehkan catatan baru sebagai pelopor pelaksanaan ujian sekolah berbasis digital bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Lembata. (adabnewsteam).
Berita Terkait
Ditenggarai Terima Ikan Hasil Potasium, Anggota Faksi Nasdem Lembata Datangi Penadah Ikan
Berburu Sinyal Di Pelosok Atadei Demi TKA
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat–Sangat Lebat, Lembata Masuk Status Siaga
Melaut Sejak Minggu Sore, Nelayan Balauring Belum Kembali
Kinerja Bank NTT Lembata Makin Meragukan, Dana Kredit dan Blokir Cair Tanpa Sepengetahuan Nasabah
Kebijakan Penataan Dinilai Memberatkan UMKM, PLT Camat Nubatukan Tegaskan Tetap Jalan
Letusan Gunung Ili Lewotolok Tercatat 466 dalam Sehari, Wilayah Timur Lembata Terdampak Abu Vulkanis
Panen Raya Jagung Sumo Sakti di Ile Ape, PT SMJ Bangun Ekosistem Pertanian Berkelanjutan
Pemda Bungkam, Satu Sampel Ayam Berulat Mengandung Bakteri Patogen Berbahaya, Satu Lagi Penuhi Standar Kesehatan
Usai Di Demo Warga, Polres Lembata Janji Seriusi Penanganan Kasus Kematian Kades Laranwutun