Kupang, 07 Mei 2026 -
PEMERINTAH Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menegaskan pengembangan energi panas bumi atau geothermal di Pulau Flores tidak dapat disamakan dengan kasus lumpur Lapindo.
Anggapan yang berkembang di tengah masyarakat dinilai sebagai salah kaprah yang berpotensi menyesatkan publik dalam memahami pengembangan energi bersih di Flores.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTT, Viktor Manek, S.Sos., M.Si, mengatakan pemanfaatan geothermal menjadi salah satu langkah strategis untuk menjawab tantangan krisis energi global yang hingga kini masih bergantung pada bahan bakar fosil.
“NTT memiliki potensi energi baru terbarukan yang sangat besar,” ujar Viktor.
Menurutnya, Pulau Flores memiliki cadangan panas bumi yang potensial dan dapat menjadi sumber energi berkelanjutan bagi masyarakat. Potensi tersebut dinilai penting dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat ketahanan energi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Viktor menegaskan, kekhawatiran yang menyamakan proyek geothermal dengan tragedi lumpur Lapindo tidak memiliki dasar yang tepat karena keduanya memiliki karakteristik geologi dan sistem operasional yang berbeda.
Ia menjelaskan, sumber panas bumi berada di kawasan pegunungan dengan lapisan batuan keras pada kedalaman sekitar 1.000 hingga 3.000 meter. Sementara kasus Lapindo terjadi pada pengeboran migas di lapisan lumpur lunak.
“Potensi yang ada jika dimanfaatkan dengan baik akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” katanya.
Dalam sistem geothermal, kata Viktor, fluida panas bumi dimanfaatkan untuk menghasilkan uap yang menggerakkan turbin pembangkit listrik. Setelah digunakan, fluida tersebut dikembalikan lagi ke dalam reservoir untuk menjaga keberlanjutan sistem panas bumi.
Karena itu, ia menilai pengembangan geothermal di Flores perlu dipahami secara utuh melalui edukasi dan keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Dengan pemahaman yang benar, masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh narasi yang menyesatkan terkait risiko geothermal.
Selain ramah lingkungan, pengembangan geothermal juga dinilai membawa dampak ekonomi yang luas, mulai dari memperkuat pasokan listrik, menarik investasi, membuka lapangan kerja hingga meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Viktor menambahkan, pengembangan panas bumi di Flores harus dilakukan dengan dukungan teknologi yang memadai, perlindungan lingkungan yang ketat, pelibatan masyarakat, jaminan manfaat bagi warga sekitar, serta dukungan keamanan agar investasi dapat berjalan secara berkelanjutan.
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), Rizki Aftarianto, menegaskan PLN berkomitmen mendukung pengembangan geothermal sebagai bagian dari upaya menghadirkan energi bersih dan andal di Flores maupun NTT secara umum.
“Geothermal merupakan salah satu sumber energi bersih yang sangat potensial untuk mendukung ketahanan energi di Flores dan NTT secara umum. PLN berkomitmen memastikan pengembangannya dilakukan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan aspek teknis, lingkungan, dan sosial, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Rizki.
Pemprov NTT berharap pengembangan geothermal di Flores tidak lagi dipandang melalui narasi ketakutan yang keliru, melainkan sebagai peluang besar menuju kemandirian energi dan pembangunan berkelanjutan di daerah. (adabnewsteam).
Berita Terkait
Tarif Listrik Triwulan III 2026 Tetap, PLN Siap Jalankan Kebijakan Pemerintah dan Jaga Kualitas Layanan ke Masyarakat
Dorong Pemberdayaan Ekonomi Warga Poco Leok, PLN UIP Nusra Salurkan Bantuan Pertanian dan Peternakan Masyarakat Ring-1 PLTP Ulumbu Unit 5-6
PLN UIP Nusra Mulai Tahap Uji Tanah, Pembangunan Jalan Akses PLTP Ulumbu Unit 5-6 Resmi Berjalan
Dukung Pemberdayaan Masyarakat, PLN UIP Nusra Fasilitasi Pengembangan Kerajinan Bambu di Desa Wogo
Kolaborasi Lintas Instansi, PLN Kebut Pemulihan Kelistrikan Aceh
PLN Percepat Pengembangan EBT di Lembata, Dukungan Warga Nubahaeraka Kian Menguat
PLN UIP Nusra dan Polda NTT Perkuat Sinergi Pengamanan Proyek Strategis Ketenagalistrikan
Project Talks Series PLN UIP Nusra Kupas Strategi Sukses Pembangunan PLTMG Sumbawa 2 dan SUTT Jeranjang-Sekotong
PLN Perkuat Kepastian Hukum Proyek Geothermal Atadei, Sinergi BPN Dukung PSN dan Transisi Energi
Program Electrifying Agriculture PLN UIP Nusra Tingkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani Desa Lungar