Penantian Panjang Terjawab, Lembata Akhirnya Punya Sasana Tinju

photo author
- Jumat, 11 September 2026 | 05:27 WITA
Penantian Panjang Terjawab, Lembata Akhirnya Punya Sasana Tinju
Pemilik sekaligus promotor Tinju dari Sasana Lembata Boxing Camp, Wilem Lojor

LEWOLEBAADABNEWS.COM-Penantian panjang para pencinta olahraga bela diri di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, akhirnya terjawab.

Setelah bertahun-tahun mendambakan sarana dan prasarana latihan yang layak, kini Lembata memiliki Lembata Boxing Camp, sebuah sasana yang disiapkan bukan hanya untuk mencetak atlet berprestasi, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter dan disiplin generasi muda. Lembata Boxing Camp berlokasi di RT 10/RW 03, Bluwa, Kelurahan Lewoleba Barat, Kabupaten Lembata. 

Sasana ini akan diresmikan pada Sabtu, 12 September 2026, oleh Wakil Bupati Lembata. Kehadiran sasana tersebut menjadi babak baru bagi perkembangan olahraga bela diri di Kabupaten Lembata. 

Ring tinju yang selama ini menjadi salah satu fasilitas yang dinantikan kini tersedia dan siap dimanfaatkan masyarakat.

Pemilik sekaligus Promotor Tinju Lembata Boxing Camp, Willem Lojor, Jumat (11/9/2026), mengatakan keberadaan sasana tersebut lahir dari semangat untuk menyediakan tempat latihan yang memadai bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Penantian panjang bertahun-tahun akhirnya terjawab. Apa yang dinantikan selama ini adalah sarana dan prasarana latihan tinju amatir dan profesional yang memadai,” ujar Willem.

Namun, menurut Willem, keberadaan sasana ini tidak boleh dilihat hanya dari perspektif olahraga prestasi.

Lebih jauh dari itu, olahraga bela diri diharapkan menjadi instrumen pembentukan karakter anak-anak dan generasi muda Lembata.

“Semuanya bukan semata-mata mencari prestasi, tetapi lebih kepada pembinaan karakter serta disiplin diri,” tegasnya.

Daripada Tawuran, Lebih Baik Naik Ring

Willem menilai perkembangan zaman menuntut generasi muda memiliki aktivitas positif yang mampu membentuk mental, fisik dan kedisiplinan.

Karena itu, ia mengajak anak-anak dan remaja usia sekolah menghabiskan waktu dengan kegiatan olahraga daripada terjebak dalam perilaku negatif di lingkungan sosial.

“Anak-anak muda usia sekolah dan usia dini harus berlatih ketimbang ribut serta tawuran di jalanan,” katanya.

Menurutnya, gaya hidup generasi muda yang semakin santai dan kurang bergerak perlu diarahkan kepada aktivitas yang lebih produktif.

“Gaya hidup dulu yang santai, tidak seperti sekarang, harus berubah. Generasi muda wajib berjuang keras mencari jati diri menuju masa depan yang sempurna,” ujarnya.

Bukan Hanya Tinju

Lembata Boxing Camp tidak hanya diperuntukkan bagi olahraga tinju. Sarana dan prasarana yang tersedia juga dapat dimanfaatkan untuk latihan berbagai cabang olahraga bela diri, di antaranya wushu, Muay Thai dan kickboxing.

Program latihan nantinya dibagi berdasarkan kelompok usia dan tujuan latihan.

Untuk kategori prestasi, pembinaan menyasar anak usia dini serta pelajar tingkat SD, SMP, SMA dan SMK.

Sementara bagi masyarakat umum, tersedia kategori kebugaran dan kesehatan yang dapat diikuti kalangan pekerja, guru dan kelompok profesional.

Program tersebut diharapkan membuat sasana tidak hanya menjadi tempat latihan atlet, tetapi juga menjadi pusat aktivitas olahraga masyarakat.

Dalam menjalankan pembinaan, Willem didampingi tiga pelatih yang memiliki perhatian terhadap perkembangan olahraga bela diri di Lembata, yakni Amay Cobra, Ellyas Namang dan Ano Ikun.

Ketiganya akan menjadi bagian dari proses pembinaan dan latihan para peserta di Lembata Boxing Camp.

Menunggu Bibit Atlet Lembata

Dengan tersedianya fasilitas latihan, tantangan berikutnya adalah bagaimana menjaga kesinambungan pembinaan.

Lembata tidak hanya membutuhkan ring tinju, tetapi juga membutuhkan program latihan yang konsisten, pembinaan atlet sejak usia dini, kompetisi yang berkelanjutan serta dukungan berbagai pihak.

Lembata Boxing Camp diharapkan mampu menjadi tempat lahirnya bibit-bibit atlet baru yang kelak dapat mengharumkan nama Lembata di tingkat daerah, provinsi, nasional hingga profesional.

Di sisi lain, sasana ini juga diharapkan menjadi ruang aman bagi anak-anak dan remaja untuk menyalurkan energi, membangun kepercayaan diri, belajar disiplin dan mengembangkan potensi diri.

Kini, ring telah tersedia.Tantangannya adalah bagaimana membuat ring tersebut benar-benar hidup dengan latihan, disiplin dan prestasi. (Tim). 



Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

X
Dapatkan Full Source Code - CMS DATAGOE