Lembata — PERSOALAN tarif angkutan mobil barang ekspedisi di lintasan penyeberangan Lembata akhirnya mencapai titik temu. Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan yang diinisiasi oleh PT ASDP Indonesia Ferry dan Dinas Perhubungan, yang melibatkan seluruh pihak terkait.
Hal tersebut disampaikan anggota Komisi II DPRD Lembata, Jon Batafor kepada Media ini, Selasa (16/12/2025).
Batafor menyebut, hasil pertemuan tersebut telah disepakati bersama. “So deal. Semua aman. Siap operasi segera,” ujarnya usai pertemuan.
Dalam kesepakatan tersebut, pihak buruh pelabuhan menyatakan kesediaannya untuk mengalah dengan menurunkan tarif jasa dari harga normal Rp4 juta per mobil barang ekspedisi, menjadi Rp2 juta. Keputusan ini diambil sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran distribusi barang dan demi menjaga stabilitas ekonomi di Kabupaten Lembata.
“Puji syukur, buruh mengalah demi ekonomi Lembata,” kata Jon Batafor.
Selain itu, pihak ekspedisi juga meminta adanya penurunan harga tiket. Jon Batafor menegaskan bahwa dirinya menuntut PT ASDP agar menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan dengan menurunkan harga tiket bagi kendaraan ekspedisi. Tuntutan tersebut disepakati dan persoalan dinyatakan selesai.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan, perwakilan PT ASDP, PT Pelni, pihak ekspedisi, pihak buruh, serta Kepala Buruh. Kesepakatan ini diharapkan dapat memastikan kelancaran operasional penyeberangan, menekan biaya logistik, dan mendukung pergerakan ekonomi masyarakat Lembata.
Dengan tercapainya kesepakatan ini, seluruh aktivitas angkutan barang ekspedisi dipastikan kembali berjalan normal dan siap beroperasi dalam waktu dekat. (Adabnewsteam).




Berita Terkait
Wabup Lembata Buka Bimtek Implementasi OSS-RBA
Kapolres Lembata: KUHAP Baru Lebih Berimbang, Buka Peluang Restorative Justice
Hadiri Raker DPC Partai Gerindra, Bupati Lembata Nyatakan Apresiasi dan Dukung Program Presiden Prabowo
Di Balik Angka Kekerasan Anak dan Perempuan di Lembata Yang Terus Bertambah
Bupati Lembata Pastikan Dukungan Serius Bagi Warga Purna Migran Yang Beralih Profesi Jadi Petani
Survei Ungkap Pengetahuan Soal HIV/AIDS Cukup Tinggi, Namun Sikap Pencegahan Masih Kontradiktif
Bupati Lembata Nilai Struktur Fiskal Nasional Tak Adil Bagi Daerah Kepulauan
Kebijakan Berbasis Sistem Merit Berdasar Profiling ASN Kerap Jadi Jargon Kosong
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat–Sangat Lebat, Lembata Masuk Status Siaga
Jaga Stabilitas Harga, ASN Lembata Wajib Pesan Beras Lewat Pelni Mart Mulai Januari 2026