Mataram, 21 Juli 2026 – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melalui Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 1 berhasil melaksanakan first synchronization atau sinkronisasi perdana Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lombok FTP-2 Unit 1 berkapasitas 50 MW di Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, pada Jumat (17/7). Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam proses penyelesaian pembangunan pembangkit sekaligus menandai kesiapan Unit 1 untuk memasuki tahapan pengujian lanjutan menuju operasi komersial.
First synchronization merupakan tahapan ketika pembangkit untuk pertama kalinya dihubungkan dengan jaringan listrik sehingga mampu beroperasi secara paralel dengan sistem kelistrikan eksisting.
Pada tahap ini dilakukan berbagai pengujian untuk memastikan seluruh peralatan dan sistem pembangkit bekerja secara aman, andal, serta memenuhi standar keselamatan dan regulasi yang berlaku sebelum memasuki tahapan operasi komersial (Commercial Operation Date/COD).
Manager UPP Nusra 1, Yogi Yohannes Siburian, menjelaskan bahwa keberhasilan sinkronisasi PLTU Lombok FTP-2 Unit 1 merupakan hasil dari rangkaian pekerjaan konstruksi dan pengujian yang dilaksanakan secara bertahap sesuai standar teknis dan keselamatan serta berkat kolaborasi dengan seluruh tim proyek dan stake holder terkait.
"Sinkronisasi merupakan milestone krusial yang menunjukkan bahwa pembangkit telah siap secara teknis untuk terhubung dengan sistem kelistrikan dimana listriknya sudah bisa dirasakan kebermanfaatannya dan berkontribusi menambah daya ke sistem kelistrikan lombok. Tahapan ini menjadi bukti bahwa seluruh proses pembangunan dan pengujian berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan." ujar Yogi.
Ia menambahkan, sebelum sinkronisasi dilaksanakan, Unit 1 PLTU Lombok FTP-2 telah melalui berbagai tahapan pengujian, termasuk memperoleh Rekomendasi Laik Sinkron (RLS) dari PT PLN (Persero) Pusat Sertifikasi. Seluruh proses dilakukan melalui serangkaian uji commissioning sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan dilaksanakan oleh tenaga ahli bersertifikat.
Setelah berhasil melaksanakan first synchronization, PLTU Lombok FTP-2 Unit 1 masih akan melalui sejumlah tahapan pengujian lanjutan sebelum memasuki masa operasi komersial. Tahapan berikutnya adalah uji pembebanan, uji keandalan, uji unjuk kerja, dan uji dampak lingkungan untuk memastikan seluruh peralatan pembangkit beroperasi secara optimal, aman, dan andal.
Serangkaian pengujian tersebut merupakan bagian penting dalam proses commissioning pembangkit sebelum memasuki Commercial Operation Date (COD). Diharapkan dukungan dari seluruh masyarakat dan stake holder terkait agar setiap tahapan dapat dilaksanakan dengan lancar dan secara bertahap sesuai standar teknis dan keselamatan guna memastikan pembangkit mampu memberikan pasokan listrik yang andal bagi Sistem Lombok.
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW Manurung, mengatakan keberhasilan first synchronization merupakan tonggak penting dalam pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan di Nusa Tenggara Barat.
"First synchronization merupakan gerbang awal sebelum pembangkit dapat beroperasi secara penuh dan menyalurkan daya ke sistem kelistrikan. Keberhasilan ini menjadi langkah strategis dalam upaya PLN memperkuat keandalan pasokan listrik di Pulau Lombok," ujar Manurung.
Ia menambahkan, keberhasilan ini menjadi capaian penting yang menunjukkan progres positif penyelesaian proyek. PLN optimistis tahapan berikutnya, mulai dari Coal Mill Hot Commissioning, uji sistem dan uji unit, hingga Commercial Operation Date (COD) pada akhir tahun 2026 dapat berjalan sesuai rencana sehingga pembangkit ini segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat.
"Dengan kapasitas 50 MW, pembangkit ini memiliki daya yang setara untuk memenuhi kebutuhan listrik lebih dari 38 ribu rumah tangga berdaya 1.300 VA. Kehadirannya akan semakin memperkuat keandalan Sistem Lombok dalam memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik masyarakat sekaligus mendukung iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah. Kami juga mengapresiasi seluruh insan PLN, mitra kerja, serta dukungan berbagai pemangku kepentingan yang terus mengawal pembangunan proyek hingga dapat diselesaikan dengan aman, tepat mutu, dan tepat waktu," tutup Manurung.
Capaian ini semakin memperkuat optimisme PLN dalam menyelesaikan berbagai proyek ketenagalistrikan strategis di Nusa Tenggara. Melalui komitmen penyelesaian proyek yang tepat waktu dan berkualitas, PLN terus menghadirkan infrastruktur kelistrikan yang andal guna mendukung ketahanan energi, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. (Adabnewsteam).
Berita Terkait
Bulan Ramadan 1447 H, PLN Hadirkan Promo Tambah Daya Melalui PLN Mobile
Pengadaan Tanah Rampung, PLN UIP Nusra Percepat Realisasi PLTS Alor 1,2 MW
PLN Peduli UIP Nusra Hadirkan Ruang Kelas Layak di Manggarai, Perkuat Dukungan Prasarana Pendidikan di Sekitar PLTP Ulumbu
Cegah Stunting, Srikandi PLN UIP Nusra Gelar Penyuluhan dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Ibu Hamil dan Anak di Desa Sekotong Timur
PLN UIP Nusra dan Kejati NTT Perkuat Sinergi Kawal Proyek Energi Bersih di NTT
Program Hortikultura PLN UIP Nusra Perkuat Ketahanan Pangan dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga Dusun Tantong
Interkoneksi ASEAN Power Grid untuk Akselerasi Transisi Energi Bersih
Geothermal Flores Bukan Lumpur Lapindo, Pemprov NTT Sebut Kekhawatiran Segelintir Orang Salah Kaprah
PLN UIP Nusra Gelar Pre-FPIC PLTP Ulumbu Unit 5 di Gendang Lale, Masyarakat Adat Sampaikan Aspirasi Pembangunan Jalan dan Tenaga Kerja Lokal
Dorong Pemberdayaan Ekonomi Warga Poco Leok, PLN UIP Nusra Salurkan Bantuan Pertanian dan Peternakan Masyarakat Ring-1 PLTP Ulumbu Unit 5-6