Plan Indonesia Gelar Bazar Pendidikan di 79 Desa Dampingan Lembata

photo author
- Kamis, 22 Januari 2026
Plan Indonesia Gelar Bazar Pendidikan di 79 Desa Dampingan Lembata
Orang tua dan anak dampingan Plan saat mengikuti basar
Dapatkan full source code Asli

LEWOLEBA – Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) melalui Program Implementasi Area (PIA) Lembata menggelar Bazar Pendidikan bagi anak sponsor (Sponsored Children/SC) di Kabupaten Lembata.

Kegiatan ini menyasar 79 desa dampingan yang tersebar di lima kecamatan, dengan total 47 titik pelaksanaan dan menjangkau 7.317 anak dampingan sepanjang tahun 2026.

Bazar pendidikan ini merupakan bagian dari Thank You Project Fiscal Year 2026 yang telah dimulai sejak 14 November 2025 dan dijadwalkan berakhir pada Maret 2026. Tahun ini, kegiatan tersebut mengusung tema literasi sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak.

Manajer Program Implementasi Area (PIA) Lembata Plan Indonesia, yang diwakili oleh Hermanus Ama Lawe selaku team leader kegiatan, menjelaskan,  pelaksanaan bazar dilakukan secara bertahap dengan jadwal satu minggu empat titik, terhitung setiap Selasa hingga Jumat.

“Ini merupakan tahun kedua pelaksanaan bazar dengan skema Cash Voucher Assistance (CVA). Anak-anak dan orang tua dilibatkan langsung agar mereka belajar menentukan prioritas kebutuhannya sendiri,” ujar Hermanus.

Setiap anak sponsor menerima voucher senilai Rp150.000. Dari jumlah tersebut, minimal Rp30.000 wajib dibelanjakan untuk kebutuhan literasi seperti buku bacaan, kamus, dan alat bantu belajar. Sisa voucher dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pendidikan lainnya, seperti sepatu, pakaian sekolah, buku tulis, hingga recreation kits.

Seperti disaksikan media ini, Pada Kamis (22/1/2026), bazar digelar untuk melayani anak-anak dampingan dari Desa Lerahinga dan Desa Hadakewa yang dipusatkan di Desa Hadakewa. 

Total peserta bazar di Desa Lerahinga mencapai 103 anak, sementara di Desa Hadakewa sebanyak 100 anak.

Salah satu peserta kepada media ini mengaku, memanfaatkan seluruh voucher Rp150.000 untuk membeli tas sekolah, buku tulis, dan kamus Bahasa Inggris. Demikian pula  rekannya. Ia membeli buku tulis, kamus Bahasa Inggris, dan permainan edukatif catur, dengan sisa voucher Rp20.000.

Bahkan orang tua anak dampingan menilai, harga barang yang ditawarkan dalam bazar tersebut relatif murah dibandingkan harga pasar. “Contohnya satu pak buku tulis di bazar ini Rp30.000, kalau di pasar bisa Rp35.000 sampai Rp50.000,” ujarnya

Sebanyak lima vendor lokal terlibat dalam bazar ini. Salah satunya Nur, yang berinisiatif mengumpulkan berbagai barang dari beberapa pedagang untuk dijual kembali dalam kegiatan bazar pendidikan tersebut.

Plan Indonesia menargetkan seluruh anak sponsor di 79 desa dampingan Kabupaten Lembata dapat terjangkau hingga akhir pelaksanaan pada Maret 2026.

Melalui bazar pendidikan ini, diharapkan tercipta dampak ganda, tidak hanya dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan anak, tetapi juga dalam peningkatan literasi, numerasi, serta rasa percaya diri anak dan keluarga. (adabnewsteam). 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Berita Terkait

Rekomendasi

Terkini

X
Dapatkan Full Source Code - CMS DATAGOE