Lembata, Nusa Tenggara Timur — Mengabdi di daerah terpencil bukanlah pilihan yang mudah, tetapi bagi dr. Caroline, pengabdian adalah panggilan hati. Berasal dari Jambi, di ujung barat Indonesia, dr. Caroline memilih menapaki perjalanan panjang menuju timur Nusantara untuk mengabdikan diri di RS Bukit Lewoleba, Lembata, Nusa Tenggara Timur.
Dengan semangat “Menjemput Impian, Mengabdi dari Barat sampai ke Timur”, dr. Caroline hadir membawa harapan baru bagi pelayanan kesehatan masyarakat Lembata.
Baginya, kesehatan bukan sekadar layanan medis, melainkan hak setiap masyarakat, tanpa memandang jarak dan keterbatasan geografis.
Hari ini, semangat pengabdian tersebut kembali diwujudkan melalui pelaksanaan bakti sosial operasi bibir sumbing, sebuah program yang memberikan kesempatan bagi anak-anak dan masyarakat yang membutuhkan untuk mendapatkan tindakan medis yang dapat mengubah kualitas hidup mereka secara signifikan.
Operasi bibir sumbing bukan hanya tentang tindakan bedah, tetapi juga tentang mengembalikan senyum, kepercayaan diri, dan masa depan.
Di bawah kepemimpinan dr. Caroline sebagai Direktur RS Bukit Lewoleba, rumah sakit ini terus menunjukkan komitmen nyata kepada masyarakat. Hingga saat ini, telah terlaksana dua kegiatan bakti sosial besar yang memberikan manfaat langsung bagi warga Lembata. Kedua kegiatan ini menjadi bukti bahwa rumah sakit tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai pusat kepedulian sosial.
“Bagi saya, hadir di Lembata adalah sebuah kehormatan. Saya percaya bahwa pengabdian yang tulus mampu menghadirkan perubahan nyata, sekecil apa pun langkah yang kita ambil,” ujar dr. Caroline.
Kepemimpinan dr. Caroline membawa energi baru dalam pelayanan kesehatan di Lembata—mengutamakan akses, empati, dan kualitas layanan. Di tengah berbagai tantangan fasilitas dan geografis, ia terus berupaya menghadirkan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.
Perjalanan dari barat ke timur Indonesia ini menjadi simbol bahwa dedikasi tidak mengenal batas wilayah. Dari Jambi ke Lembata, dr. Caroline membuktikan bahwa impian besar dapat diwujudkan melalui kerja nyata dan hati yang tulus untuk melayani.
RS Bukit Lewoleba berharap berbagai program sosial dan kesehatan seperti ini dapat terus berlanjut, menjadi jembatan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif dan berkualitas. (adabnewsteam).
Berita Terkait
Wisatawan Domestik dan Mancanegara Ikuti Post Tour Festival Internasional Lamaholot di Desa Muruona
Dinilai Berhasil Tekan Angka Stunting, Bupati Lembata Terima Penghargaan Dari Kemenkes RI
Laka di Kedang, Carry Terbalik, Pemotor Terpental Keluar Badan Jalan
Tiket Internasional Lamaholot Festival Mulai Dijual, Pengunjung Berpeluang Dapat Sepeda Listrik
Satu Bulan Tak Beroperasi, Embarkasi dan Debarkasi KMP Fery Pindah Ke Pelabuhan Laut Lewoleba
Kukuhkan Pengurus P3A Aubala, Bupati Lembata Dorong Produktivitas dan Modernisasi Pertanian Waikomo
Melaut Sejak Minggu Sore, Nelayan Balauring Belum Kembali
Nasabah Pertanyakan Akurasi Perhitungan Kredit di BRI, Pengaduan ke APH Tak Kunjung Berbuah Hasil
Di Antara Aroma Buku dan Riuh Festival, Nusa Indah Hadirkan Napas Literasi di Lembata
BPBD Lembata Bangun Sumur Bor di Sejumlah Titik Atasi Krisis Air Bersih