Launching House of Indonesiana di Sikka, Buka Ruang Kreativitas dan Kolaborasi Budaya

photo author
- Senin, 08 Juni 2026 | 15:22 WITA
Launching House of Indonesiana di Sikka, Buka Ruang Kreativitas dan Kolaborasi Budaya
Sesi Foto bersama Dispar Kabupaten Sikka serta Kemeneterian Pariwisata usai acara Lounching House of Indonesiana di Maumere

Maumere, 8 Juni 2026 – PEMERINTAH Kabupaten Sikka bersama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Korea Creative Content Agency (KOCCA) resmi meluncurkan program House of Indonesiana (HOI) Sikka Mobile Content Training Center di Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka, Senin (8/6/2026).

Peluncuran program ini ditandai dengan pemukulan gong secara simbolis yang melibatkan perwakilan KOCCA Indonesia, DPRD Kabupaten Sikka, dan Pemerintah Kabupaten Sikka. 

Acara juga dirangkaikan dengan penyerahan plakat dan suvenir antar lembaga sebagai bentuk kerja sama dalam pengembangan sektor kebudayaan dan ekonomi kreatif di Kabupaten Sikka.

Kegiatan pembukaan diawali dengan registrasi peserta, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu kebangsaan Korea, serta penampilan tari tradisional "Tua Reta Lou" oleh Sanggar Pucuk Indah Misir. 

Acara kemudian dilanjutkan dengan penayangan video pengenalan House of Indonesiana dan HOI Sikka.

Sejumlah pejabat memberikan sambutan dalam acara tersebut, di antaranya Direktur Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Hardisontori, LL.M., Chief Representative KOCCA Indonesia, Shin Hwabeom, dan Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago.

Dalam sambutannya, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menegaskan, kehadiran House of Indonesiana bukan sekadar sebuah program, melainkan wadah untuk membangun harapan, memperkuat identitas budaya, dan membuka peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas.

"House of Indonesiana saya pandang sebagai ruang yang sangat strategis. Tempat ini bukan sekadar wadah pameran atau aktivitas kreatif, tetapi juga menjadi rumah bersama bagi gagasan, karya, tradisi, dan inovasi masyarakat," ujar Bupati.

Menurutnya, Kabupaten Sikka memiliki kekayaan budaya yang sangat besar, mulai dari tenun ikat, musik tradisional, ritus adat, hingga nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun. Karena itu, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan pengembangan inovasi dan ekonomi kreatif.

Bupati berharap HOI Sikka dapat menjadi pusat kreativitas dan kolaborasi budaya yang mendorong lahirnya karya-karya baru, mendukung pengembangan UMKM berbasis budaya, serta meningkatkan daya tarik pariwisata daerah.

Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak malu terhadap budaya sendiri, melainkan menjadikannya sebagai sumber inspirasi, identitas, dan kebanggaan.

"Kepada generasi muda, jadikan budaya sebagai karya; jangan biarkan tradisi hanya dikenang, tetapi jadikan tradisi sebagai kebanggaan dan kekuatan untuk masa depan," katanya.

Pemerintah Kabupaten Sikka, lanjut Bupati, berkomitmen mendukung berbagai inisiatif yang mendorong kemajuan kebudayaan dan pemberdayaan masyarakat melalui ekonomi kreatif.

Kehadiran House of Indonesiana diharapkan mampu memperkuat posisi Sikka sebagai salah satu pusat pengembangan budaya dan industri kreatif di Indonesia.

Menutup sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan RI dan Pemerintah Korea melalui KOCCA atas kepercayaan menjadikan Kabupaten Sikka sebagai lokasi pelaksanaan program House of Indonesiana.

"Semoga House of Indonesiana menjadi rumah bagi kreativitas, ruang kolaborasi, pusat lahirnya inovasi, dan jendela yang memperkenalkan budaya Sikka kepada Indonesia bahkan dunia," tuturnya.

Acara launching ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan seluruh tamu undangan, pejabat pemerintah, pelaku budaya, insan pers, dan peserta pelatihan House of Indonesiana Sikka. (adabnewsteam).


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

X
Dapatkan Full Source Code - CMS DATAGOE