Menjemput Harapan ke Pelosok Lembata; Reportase Kegiatan Skrining Katarak RS Bukit Lewoleba

photo author
- Kamis, 05 Maret 2026
Menjemput Harapan ke Pelosok Lembata; Reportase Kegiatan Skrining Katarak RS Bukit Lewoleba
dr.Vincesnsia caroline saat melakukan screening mata kepada calon pasien katarak
Dapatkan full source code Asli

PERJALANAN itu dimulai dari niat sederhana: memastikan bahwa siapa pun, sejauh apa pun mereka tinggal dari kota, tetap memiliki kesempatan yang sama untuk melihat dunia dengan jelas. 

Dengan semangat itu, tim medis dari RS Bukit Lewoleba melakukan perjalanan panjang menuju desa-desa terpencil di Kabupaten Lembata, Nusa Tengara Timur. 

Sederetan nama desa menjadi peta perjalanan yang harus ditempuh: Kalikur, Kalikur WL, Alap Atadei, Lamalera A, Lamalera B, hingga Posiwatu. Desa-desa ini berada jauh dari pusat layanan kesehatan, dengan akses jalan yang sebagian besar terjal, berbatu, dan memakan waktu berjam-jam untuk ditembus.

Menembus Jarak untuk Melihat Lebih Dekat

“Banyak warga yang ingin operasi, tetapi jalan menuju rumah sakit terlalu sulit. Karena itu, kami putuskan untuk turun langsung,” kata Direktris RS Bukit, dr. Vincensia Caroline dalam kegiatan skrining itu.

Keputusan tersebut diambil bersama para donatur, agar calon pasien tidak perlu bolak-balik menempuh perjalanan panjang menuju rumah sakit hanya untuk pemeriksaan awal.

"Skrining dilakukan menyeluruh: pemeriksaan mata untuk mendeteksi katarak dan pterigium, pemeriksaan gula darah, hingga pengukuran tekanan darah—semua penting untuk memastikan keamanan pasien sebelum dioperasi dalam kegiatan bakti sosial pada 4–7 Maret," kata dr Caroline.

Di banyak desa, warga telah berkumpul sejak pagi. Ada yang datang dengan dipapah keluarga, ada yang berjalan perlahan sambil membawa tongkat kayu, ada pula yang datang dengan harapan yang telah lama ditunggu. 

Mereka sudah lama hidup dalam pandangan kabur, seolah dunia ditutupi kabut yang tak kunjung pergi.

Ketika Pelayanan Harus Menjemput Mereka yang Terpinggirkan

Sebenarnya, masih banyak desa lain yang ingin dijangkau tim medis. Namun dengan keterbatasan fasilitas, tenaga, dan waktu, tim hanya bisa pergi sejauh yang memungkinkan. Meski begitu, setiap desa yang berhasil dikunjungi menjadi bukti nyata bahwa pelayanan kesehatan tidak selalu harus menunggu di balik dinding rumah sakit—kadang ia harus turun menjemput mereka yang nyaris tak terjangkau.

Bagi banyak warga, kedatangan tim dokter ini lebih dari sekadar pemeriksaan. Itu adalah kehadiran yang memberi harapan baru—bahwa mereka masih diperhatikan, bahwa penglihatan yang telah lama kabur mungkin bisa kembali, bahwa kualitas hidup bisa membaik.

Membawa Pulang Cahaya Baru

Ketika kegiatan skrining selesai di setiap desa, rasa lelah tergantikan dengan senyum para lansia yang mengatakan, “Terima kasih, dokter, sudah datang jauh-jauh.” Kata-kata sederhana itu menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang ini bukan sekadar tugas, melainkan misi kemanusiaan.

Dan saat ratusan warga nanti menjalani operasi di RS Bukit Lewoleba, sebagian dari cahaya yang kembali mereka lihat adalah hasil dari perjalanan jauh tim medis—mereka yang memilih untuk menjemput harapan, bukan menunggu harapan datang. (adabnewsteam). 


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Berikan Komentar

info Silakan tulis komentar dengan bahasa yang santun. Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin.
X
Dapatkan Full Source Code - CMS DATAGOE