Polsek Kintom bersama pemerintah kecamatan melaksanakan pemantauan harga bahan pokok dan ketersediaan Gas LPG 3 kilo, Selasa (11/4/2023) pagi.
Pemantauan dipimpin Kapolsek Kintom Iptu Raden Hermawan bersama Kasi Pembangunan Kecamatan Kintom Haris Bola serta anggota Polsek Kintom.
“Hari ini kami bersama pemerintah kecamatan melakukan pengawasan dan pemantauan harga bahan pokok dan ketersediaan Gas LPG 3 kilo di kios, toko-toko serta pangkalan,” ungkap Hermawan.
Ia mengungkapkan, menjelang Lebaran Idul Fitri untuk harga sembako walaupun mengalami kenaikan namun masih normal namun belum terjadi kelangkaan.
“Sedangkan untuk ketersedian Gas LPG di pangkalan yang ada di kecamatan kintom masih normal dan harga jual pertabung Rp 25 ribu,” ungkapnya.
Hermawan menerangkan, para pemilik pangkalan pun mengeluhkan adanya keterlambatan pendistribusian tabung gas LPG tiga kilo dari agen di Luwuk.
“Pendistribusian tabung gas 3 kilo terlambat hingga dua hari dari jadwal,” terangnya.
Meski begitu, kata mantan Kanit Laka Lantas Polres Banggai ini, pihaknya bersama pemerintah kecamatan akan terus melakukan Langkah-langkah guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman kondusif.
“Ini juga merupakan bagian dari Cipta Kondisi (Cipkon) pra Operasi Ketupat 2023 jelang lebaran,” tutupnya.
Berita Terkait
KPOTI NTT Tegaskan Legalitas Organisasi, KPOTI Kota Kupang Fokus Jaga Identitas Budaya
Bupati Banggai Tandatangani PKS Pemanfaatan Sertifikat Elektronik dengan BSSN RI
Festival Permainan Rakyat Kupang: Saat Anak-Anak Kembali Menemukan Akarnya
Di Balik Angka Kekerasan Anak dan Perempuan di Lembata Yang Terus Bertambah
Festival Muro di Pantai Pedang, Tokoh Masyarakat Dorong Disiplin Jaga Pesisir Lewoleba
Dekatkan Akses Kesehatan, PLN Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga Ring 1 PLTP Ulumbu Tanpa Biaya
Dukung Pemberdayaan Masyarakat, PLN UIP Nusra Fasilitasi Pengembangan Kerajinan Bambu di Desa Wogo
Nekat Jual Miras, Rumah Emak-emak Di Nuhon Digerebek Polisi
Gelar Simulasi Bencana, PLN UIP Nusra Perkuat Ketangguhan Warga Desa Tablolong dan Lifuleo
Geothermal Flores Bukan Lumpur Lapindo, Pemprov NTT Sebut Kekhawatiran Segelintir Orang Salah Kaprah